SuaraBanyuurip.com -Â Samian Sasongko
Bojonegoro – Warga sekitar ladang migas Banyuurip di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa-Timur kini mulai merasakan dampak dari menyempitnya lahan pertanian yang telah dibebaskan untuk kepentingan proyek Blok Cepu. Karena penghasilan yang didapat petani menurun dibandingkan sebelum lahan mereka terbebaskan.
Tercatat, ada seluas 500 hektar lebih lahan pertanian yang tersebar di enam desa di Kecamatan Gayam yang dibebaskan untuk proyek pengembangan penuh lapangan Banyuurip. Yakni di Desa Gayam, Mojodelik, Bonorejo, Brabowan, Ngraho dan Sudu. Lahan pertanian tersebut sebagian besar adalah sawah tadah hujan.
Mirna, warga Desa sudu, Kecamatan Gayam, mengatakan, meski penghasilannya tidak menurun total, namun pendapatan petani saat ini sudah mulai terasa. Apalagi, uang hasil penjualan pada saat itu tidak dibelikan lagi lahan pertanian sehingga menjadikan kehidupan ekonomi semakin parah.
“Kalau menurun total itu tidak, Mas. Tetapi, hasil panen yang didapat petani saat ini pasti turun dibandingkan sebelum dibebaskan. Semisal, sebelumnya bisa mendapatkan hasil panen 1 ton sekarang menurun tinggal 6 kwintal. Itupun jika kondisi tanaman padinya tidak diserang hama,” kata Mirna kepada suarabanyuurip.com, Selasa (6/5/2014).
Warga yang seharinya sabagai penjual makanan dan minuman (mamin) disebelah pintu masuk lokasi proyek Blok Cepu itu meminta, agar Pemkab Bojonegoro untuk segera mengambil sikap agar perekonomian warga sekitar Banyuurip tetap bisa stabil tidak terlalu hancur.
“Saya berharap, Pemkab segera memberikan terobosan melalui bidang apa saja kepada warga. Agar, kondisi perekonomian warga tidak semakin bertambah parah. Karena saat ini warga juga kesulitan bisa menjadi tenaga kerja proyek Blok Cepu,” imbuhnya mengharapkan.
“Ya semoga saja pemerintah segera turun tangan mengantisipasinya. Sehingga, perekonimian warga kedepannya tetap terjaga tidak merosot, Mas. Minimal diberikan program yang bisa menunjunga perekonomian warga nantiya,” sambung Yudi, warga Desa Ngraho, Kecamatan Gayam. (sam)