SuaraBanyuurip.com -Â Â Winarto
Bojonegoro – Dalam rangka mendukung percepatan proyek migas Blok Cepu, Pemerintah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, inten berkoordinasi dengan kontraktor engineering, procurement and constructions (EPC) Banyuurip yang ada di wilayahnya.
Ada dua kontraktor EPC Banyuurip yang saat ini masih melakukan aktifitas di wilayah Gayam. Yakni EPC-1 Banyuurip dengan kontraktor PT. Tripatra Engineers & Constructors, yang mengerjakan fasilitas pemrosesan minyak mentah berkapasitas 185 ribu barel per hari. Juga kontraktor EPC-5 yang mengerjakan pembangunan civil termasuk waduk untuk kebutuhan injeksi puncak produksi yang dilaksanakan Konsorsium PT. Hutama Karya (HK) – Rekayasa Industri (HK).
“Setiap hari saya selalu meluangkan waktu kepada kontraktor EPC yang mau konsultasi atau koordinasi dalam menyelesaikan masalah-masalah yang ada,” kata Camat Gayam, Hartono saat bertemu dengan Community Affairs Tripatra, Budi Karyawan dan sejumlah perwakilan PT.Indika, Selasa (6/5/2014) kemarin.
Indika adalah induk semang PT. Tripatra Engineers & Constructors, pelaksana proyek EPC- 1 Banyuurip.
“Saya beri kesempatan kepada semua kontraktor EPC yang ingin koordinasi di atas jam 3. Setelah jam kantor,” lanjut Hartono.
Menurut Hartono, dengan koordinasi yang inten ini diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan secara cepat yang ada dalam pelaksanaan proyek. Sebab dari permasalahan yang disampaikan kontraktor EPC, dirinya bisa mengambil langkah-langkah strategis untuk menyelesaikannya.
“Jika memang perlu menghadirkan pihak-pihak terkait, kita akan fasilitasi. Karena semua tak ingin proyek negara ini terkendala,” tegas mantan Camat Purwosari itu.
Dia menambahkan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan mengumpulkan perwakilan kontraktor EPC 1 dan 5 Banyuurip serta kepala desa di wilayahnya. Tujuannya adalah untuk membahas rencana pengurangan tenaga kerja menjelang berakhirnya proyek Blok Cepu. Selain itu sekaligus menyiapkan langkah-langkah pasca berakhirnya proyek yang dipastikan akan diikuti dengan meningkatnya pengangguran.
“Ini perlu dipahamkan kepada kepala desa dan masyarakat. Karena jika tidak bisa menimbulkan gejolak sosial,” pungkas Hartono.
Pada bagian lain, Community Affairs Tripatra, Budi Karyawan, mengaku, menyambut baik rencana Pemerintah Kecamatan Gayam untuk mempertemukan kontraktor EPC dengan kepala desa. Dengan pertemuan itu, pihaknya bisa memberikan penjelasan tentang pengurangan tenaga kerja menjelang berakhirnya proyek sehingga bisa disampaikan kepada warganya.
“Yang perlu dipikirkan semua pihak saat ini bukan malah penambahan atau pengurangan tenaga kerja. Tapi bagaimana mengatasi nasib mereka setelah proyek ini selesai. Inilah yang perlu mendapat perhatian semua pihak,” sambung Budi.(win)