BKKD 2025 Terserap 99 Persen, Desa Drokilo dan Kasiman Gagal Cair

Kantor BPKAD Bojonegoro.
ILUSTRASI : Kantor BPKAD Bojonegoro, Jawa Timur.

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) 2025 terserap Rp678,2 miliar atau 99 persen, dari pagu Rp684,7 miliar. Realisasi anggaran tersebut digelontorkan untuk 417 desa di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

‎Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bojonegoro, Nur Sujito mengatakan, dari total 419 desa hanya sebanyak 417 desa yang mendapatkan anggaran BKKD. Dan dua desa yang tidak mendapatkan yakni, Desa Sukorejo dan Desa Kauman, Kecamatan Kota karena sudah menerima anggaran infrastruktur dari APBD 2025.

‎”Dari 417 desa penerima BKKD, terdapat dua desa yang gagal mencairkan,” katanya kepada SuaraBanyuurip.com, Rabu (7/1/2026).

‎Kedua desa tersebut, lanjut Nur Sujito, diantaranya Desa Drokilo, Kecamatan Kedungadem, karena ada klausul proses hukum, sehingga tak bisa dicairkan. Kemudian, Desa/Kecamatan Kasiman yang juga gagal mencairkan BKKD disebabkan verifikasi di lapangan belum selesai.

‎Dia menyampaikan, dana transfer ke desa yang terealisasi sebesar Rp1,5 triliun atau 98,6 persen, dari pagu Rp1,6 triliun. Dan untuk BKKD, terserap Rp678,2 miliar atau 99 persen dari alokasi Rp684,7 miliar untuk 417 desa di Bojonegoro.

‎”Sehingga BKKD bottom-up namanya realisasi di 415 desa dari teranggarkan 417 desa dari total 419 desa,” terangnya.

‎Wakil Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro, Lasuri menambahkan, cukup disayangkan Desa Drokilo, Kecamatan Kedungadem dan Desa/Kecamatan Kasiman tidak bisa mencairkan BKKD 2025. Namun itu juga menjadi kewenangan Pemkab Bojonegoro, karena alasan permasalahan di desa tersebut.

‎”Jika Desa Drokilo terlepas dari masalah hukum tentu tahun ini bisa diusulkan kembali mendapat BKKD. Termasuk Desa Kasiman harus memperbaiki proses verifikasi di lapangan. Artinya ini akan menjadi catatan bagi pemerintah,” tambahnya.(jk)

Pos terkait