SuaraBanyuurip.com -Â Ali Musthofa
Blora – Bertempatkan di Balai Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah pada Rabu (7/5/2014), telah dilaksanakan sosialisasi uji produksi sumur gas Randublatung (RBT) II. Dalam sosialisasi itu banyak tanggapan dan permintaan yang disampaikan warga sekitar selama uji produksi berlangsung.
Kepala Desa Sumber, Zaki Bachroni pada suarabanyuurip.com mengatakan, dalam pertemuan itu warga menyampaikan segala unek-uneknya. “Apapun kegiatan yang berkaitan produksi, tentunya akan menimbulkan kebisingan suara yang berdampak pada warga sekitar, apalagi untuk sumur RBT II ini berada tak jauh dari pemukiman,” katanya.
Kebisingan itu, menurut Zaki, harus bisa diminimalisasi agar tidak membuat warga terganggu. “Dan  tingkat kebisingan dalam tahap uji produksi akan di ukur dengan alat bersama Tim SHE Pertamina EP dan perwakilan perangkat desa dan kepala dusun serta perangkat RT di  sekitar sumur tersebut,” tandas Zaki.
“Dan yang terpenting lagi harus ada kompensasi untuk warga yang terkena dampak tersebut,” imbuhnya.
Demikian pula, dalam sosialisasi tersebut juga ada permintaan warga bilaman uji produksi itu dilaksanakan  agar tidak mengganggu suasana ibadah warga sekitar. “Ketika waktu ishoma (istirahat, sholat, dan makan) aktivitas mesin harus dihentikan sementara karena pembakaran atau uji produksi biasanya per 6 jam,” tukasnya.
Sementara itu, Camat Kradenan, Moch. Soleh berharap, dengan uji produksi tersebut menandai akan bertambah satu lagi sumur penyedia gas suplai untuk diolah di Central Processing Plan (CPP) atau Kilang Pengolahan Gas Gundih.
“Itu berarti akan ada lagi potensi di Desa Sumber yang terproduksi. Dengan demikian, diharapkan seiring berjalannya produksi nantinya akan diimbangi oleh kepedulian perusahaan atau operator untuk membantu menyejahterakan warga Sumber,” ujarnya.
Moch. Soleh menilai, kepedulian terhadap masyarakat merupakan keharusan dari perusahaan.
Sementara dalam sosialisasi itu hadir pula Tim SHE Pertamina EP. PPGJ SHE, Herman dan Edi.(ali)