SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Pemerintah Desa (Pemdes) Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan, jumlah bidang lahan untuk kepentingan pengembangan proyek Unitisasi Gas Lapangan Jambaran – Tiung Biru (J-TB) mengalami penyusutan. Sebelumnya ada 50 bidang yang akan dibebaskan, namun setelah dilakukan verifikasi tinggal 42 bidang.
Sebagian besar lahan yang dibebaskan untuk proyek gas yang dikelola Pertamina Esklorasi dan Produksi Cepu (PEPC) itu masih berbentuk model C.
“Untuk lahan yang akan terkena pembebasan mayoritas memang belum bersertifikat. Baru sekira empat bidang lahan yang bersertifikat, dua bidang akte jual beli. Jadi rata-rata masih model C,” kata Kepala Desa (Kades) Dolokgede, Nunuk Sri Rahayu kepada suarabanyuurip.com seusai acara penyerahan dokumen pengumuman di Balai Desa setempat, selasa (10/3/2015).
Dia menjelaskan, semula total lahan yang akan terkena pembebasan adalah sebanyak 50 bidang. Karena, lahannya terkena sedikit maka tidak jadi dan dialihkan. Sehingga tinggal 49 bidang. Kemudian, dari 49 bidang tersebut dua bidang bermasalah maka tinggal 47 bidang.
“Sekarang tinggal sekitar 42 bidang yang lainnya masih dalam proses penyelesaian masalah tananya, Mas,” jelas Nunuk.
Dia berharap, PEPC lebih memperhatikan warga yang lahannya terkena pembebasan dalam pelaksanaan proyek nanti. Tentunya sesuai dengan keahlihan  masing-masing.
“Mereka harus diprioritaskan. Baik oleh kontraktor PEPC maupun subkontraktor yang nantinya terlibat di proyek J-TB,” imbuh Nunuk.(sam)