SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Pemerintah Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mengaku belum bisa memberikan solusi atau langkah pasti paska pengerjaan konstruksi proyek Lapangan Banyuurip, Blok Cepu rampung.
“Belum tahu pasti. Namun, tentunya akan banyak pengangguran karena itu kami juga mohon masukannya,” kata Kepala Desa (Kades) Bonorejo, Dasan, kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (7/5/2014).
Menurut dia, justru Pemdes periode sekarang akan memiliki tantangan. Artinya, jika pemerintahan sebelumnya dihadapkan dengan persoalan pelibatan tenaga kerja, namun untuk saat ini adalah bagaimana menghadapi masyarakat setelah proyek selesai.
“Kalau sekarang mungkin masih banyak yang ikut kerja maupun bisa terlibat secara tidak langsung, misalnya seperti kathering,” tuturnya.
Akan tetapi, untuk kathering pun berpotensi tidak lagi bisa diandalkan. Sebab, ketika proyek selesai secara otomatis perusahaan tidak begitu membutuhkan pasokan makanan lagi.
Namun begitu, Dasan mengatakan, untuk karakter masyarakat desa, solusi pemberdayaan yang dinilai efektif adalah dengan memaksimalkan peternakan atau pertanian. “Tetapi mungkin lebih ke peternakannya dulu,” tambahnya.
Dasan berharap saat ini operator seharusnya sudah mulai terbuka terkait adanya persoalan ini. Sehingga, Pemdes dengan operator bisa saling bersinergi mencari solusi bersama.
“Kalau tidak terbuka, tentunya kita juga tidak tahu apa yang diinginkan operator,” harapnya. (roz)