SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Sejak sepekan terakhir warga Desa Sambangan, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur resah, gara-gara munculnya ulat bulu di desanya. Ulat ini memenuhi gedung sekolah seperti, di SDN Sambangan, MI Awaliyah Bahrul Ulum, dan TK, maupun PAUD desa setempat.
Ulat bulu menjadikan tubuh gatal, dan panas terlihat bergorombol, dan merayap di lantai maupun dinding sekolah. Tanaman bunga dan pohon dipekarangan sekolah terlihat dipenuhi ulat bulu.
“Setiap pagi kami membersihkan ulat dengan cara disapu dan dibakar. Tapi esok harinya ulat bulu datang lagi ratusan jumlahnya,“ kata Kepala MI Awaliyah Bahrul Ulum, Imam, kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (8/4/2014).
Akibat wabah ulat bulu tersebut menyebabkan proses belajar mengajar terganggu. Banyak anak-anak yang tidak masuk sekolah. “Anak-anak takut ulat bulu, “ ujar Imam.
Kades Sambangan, Sulaiman, mengatakan, selama ini dirinya sudah mengupayakan memberantas ulat bulu dengan cara manual yaitu dengan membakar dengan menggunakan obor.  “Walau sudah sering dibakar, ulatnya seakan tak pernah habis,“ tandasnya.
Dikonfirmasi terpisah Camat Babat,  Fadheli Purwanto, menyatakan, segera menindaklanjuti dengan menghubungi UPT Dinas Pertanian.  “Hari ini UPT Dinas Pertanian akan meluncur ke Desa sambangan,“ cetus Fadheli.
Diperkirakan banyaknya ulat bulu berwarna kuning tua itu karena cuaca yang tidak menentu, sehingga ulat tidak menjadi kepompong namun justru berkembang biak.(tok)