PSKS Dinilai Tak Tepat Sasaran

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Penyaluran bantuan Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) sejumlah Rp400 ribu per rumah tangga sangat miskin (RTSM) dianggap tak tepat sasaran. Karena banyak warga yang benar-benar miskin justru tak memperoleh bantuan dari kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) tersebut.

Seorang warga Desa Tengger, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Sulimah, mengaku tidak mendapatkan bantuan PSKS sebesar Rp400.000 per kepala keluarga (KK) tersebut.

“Meski saya miskin, tapi saya tidak memperoleh bantuan PSKS, Pak,” kata Sulimah kepada suarabanyuurip.com, Rabu (03/12/2014).

Wanita lanjut usia itu meminta kepada pemerintah agar diperhatikan dalam pemberian bantuan apapun. Sehingga bisa mendapatkan bantuan seperti warga kaya lainnya yang telah mendapatkan bantuan PSKS.

“Semoga pemerintah memperhatikan orang miskin seperti saya ini. Jangan malah warga yang kaya justru yang diperhatikan,” keluh warga yang berada di sekitar lokasi Migas Alas Tua Barat (ATW), Blok Cepu.

PSKS di wilayah setempat dicairkan pada 29 Nopember 2014 lalu. Namun banyak warga kaya dan tergolong mampu mendapatkan bantuan tersebut. Tap warga sangat miskin justru tidak dapat PSKS.

Baca Juga :   Jalan Sementara Dekat Kampung Tunnel Ditutup Warga

“Semoga pemerintah segera mengevaluasi data-data yang tidak tepat sasaran tersebut. Caranya, sebelum bantuan dicairkan memperintahkan pemdes untuk mendata kembali sesuai jumlah rencana penerima untuk masing-masing desa,” saran Jurianto, warga Desa Dukoh Kidul, Kecamatan Ngasem. (sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *