SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Warga sekitar ladang Migas Alas Tua Barat (ATW) di Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur dan sekitarnya kini tak lagi tertimpa krisis air bersih. Itu terjadi setelah operator Blok Cepu, Mobil Cepu Ltd (MCL), memberi bantuan sumur pompa dalam di wilayah setempat.  Â
Sebelumnya hampir bisa dipastikan kalau musim kemarau kawasan Desa Ngasem, dan Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem selalu kesulitan air bersih. Sejak dibuatkan sumur pompa pada medio 2010, hingga sekarang kebutuhan air bersih warga tercukupi.
Seorang warga Desa Ngasem, Jinandar, mengatakan, tercukupinya air bersih warga di desanya dan Desa Sedangharjo lantaran telah mendapatkan sumber air dari sumur yang merupakan bantuan program MCL. Yakni, pencarian sumber air bersih, dan tandon penampungan air bersih untuk dialirkan ke rumah warga.
“Alhamdulillah warga Dusun Penggik, Desa Ngasem sejak adanya bantuan program itu sudah tidak lagi kesulitan air bersih, Mas,” kata Jinandar kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (08/05/2014).
Ketua HIPAM Desa Ngasem itu menjelaskan, sumur air bersih mulai dioprasionalkan pada pertengahan tahun 2010. Dengan pemanfaat untuk warga di tiga Rukun Tetangga (RT) 22, 23 dan 24, Rukun Warga (RW) 08, Dusun Penggik. Sebanyak 110 Kepala Keluarga (KK).
“Pemanfaat belum bisa menambah, Mas. Karena, faktor sumber airnya yang tidak mampu. Meski kadang sumbernya ada kemacetan saat musim kemarau. Tapi, tidak membuat warga mencari air bersih ke desa lain seperti sebelum ada bantuan ini,” jelasnya.
Ditambahkan, dari pemanfaat dibebani biaya dalam setiap bulannya sebesar Rp3.000. Biaya tersebut, untuk membayar meter listrik pengalir air bersih ke rumah warga. Lain itu, juga untuk perbaikan pompa air jika ada kerusakan.
“Dulu selama dua tahun pemanfaat dibebani bisaya Rp1.500 per bulan. Sedangkan, mulai pertengahan tahun 2013 silam pemanfaat dibebani biaya Rp3.000 per bulan,” imbuhnya.
Kepala Desa Ngasem, Suwondo, mengaku, belum bisa memberi keterangan secara detail terkait dengan pengelolaan sumur air bersih dari program MCL tersebut. Karena, belum ada serah terima dari Kades Ngasem yang lama.
“Tapi pada intinya saya mendukung, Mas. Semoga ke depan program air bersih itu menjadi lebih baik dan bisa bermanfaat bagi warga Penggik secara maksimal. Â Sehingga, warga tidak lagi mengeluhkan kesulitan air bersih saat musim kemarau tiba,” sambung Suwondo.
Sekedar diketahui, program pembangunan sumur air bersih yang dilakukan MCL di sekitar lokasi migas ATW tak hanya di Desa Ngasem saja, melainkan juga dilakukan di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro. (sam)