SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Surabaya – PT Pertamina Persero mengkhawatirkan adanya rembesan penyaluran Liquified Petroleum Gas (LPG) untuk wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Istilah ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan orang yang tidak bertanggung  jawab, untuk menjual pasokan LPG ke wilayah lain dengan harga lebih tinggi.
“Karena Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Blora kan perbatasan, Mas,†jelas External Relation Pertamina Marketing Operation Region V, Heppy Wulansari, kepada Suarabanyuurip.com  melalui ponselnya, Jumat (9/5/2014).
Heppy mengatakan, kalau pihaknya mendapat kabar kalau harga LPG ukuran tabung 3 Kg di Kabupaten Blora tembus sampai Rp20 ribu. Bahkan cenderung langka. Hal ini bisa menjadi pemicu, ketertarikan beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab menjual LPG ke wilayah yang dimaksud.
Dengan begitu, pihak tersebut dapat menjual LPG yang dia dapat dari wilayah Bojonegoro ke Kabupaten Blora. Tentunya dengan harga yang lebih tinggi. Selain itu hal ini juga rawan terjadi karena saat ini PT Pertamina menambahkan pasokan sekitar 14 ribu LPG untuk wilayah Bojonegoro.
Untuk itu pihaknya tengah meminta kepada agen supaya serius ikut mengawasi penyaluran LPG ini. Supaya kekhawatiran adanya rembesan pasokan ke wilayah lain tidak perlu terjadi. (edp)