SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Jakarta – Sebanyak 10 Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKS) yang menerima penghargaan tahun dari SKK Migas tahun ini terbagi dalam dua kategori. Yakn, sebanyak 3 Kontraktor KKS masuk ke dalam kategori hijau, dan 7 Kontraktor KKS masuk ke dalam kategori biru.
Plt Kepala SKK Migas, J Widjonarko, mengungkapkan, kondis eksplorasi Migas saat ini yang penuh tantangan, diantaranya; kendala perijinan, tumpang tindih lahan, peraturan perundang-undangan yang menempatkan investasi eksplorasi tidak mendapat perlakuan khusus.
“Kita harus bersyukur dan berbangga, bahwa ada 10 Kontraktor KKS yang berhasil meningkatkan kinerjanya sehingga memperoleh reward dalam kategori kinerja biru dan hijau,†ujarnya melalui release yang diterima Suarabanyuurip.com, Sabtu (10/5/2014).
Dia menjelaskan, kegiatan eksplorasi memiliki risiko tinggi, dan membutuhkan investasi yang tinggi pula. Hingga Q4 2013 dari 186 Wilayah Kerja (WK) Eksplorasi Migas Konvensional telah mengeluarkan investasi total sebesar US$ 7 miliar.
J Widjonarko menambahkan, pada tahun 2013 terdapat temuan hidrokarbon pada 10 WK eksplorasi dengan perkiraan potensi cadangan mencapai 1,25 BBOE. Sementara pada tahun ini, sampai dengan awal Mei sudah terdapat penemuan-penemuan baru dari 3 WK Eksplorasi dengan perkiraan jumlah cadangan sebesar 0,183 BBOE.
“Sehingga total perkiraan potensi cadangan dari WK Eksplorasi adalah sebesar 1,44 BBOE dari total 13 Kontraktor KKS WK Eksplorasi,” tandasnya. (rien)