SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Kelangkaan pupuk yang terjadi di wilayah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur kian akut. Kios resmi penjual pupuk tidak pernah memiliki stok, sedangkan pupuk yang beredar secara illegal dijual dengan harga menjerat leher hingga Rp150 ribu per sak.
Akibat ‘hilangnya’ pupuk di pasaran tersebut menjadikan petani cukup kelimpungan. Tanaman padi yang ditanam rata-rata berusia 1 bulan ke atas membutuhkan banyak pupuk.
“Kalau kurang pupuk, takutnya nanti padinya puret, Mas,†ujar petani di Desa Karangtinggl, Kecamatan Pucuk, Dullah, kepada SuaraBanyuurip.com, Sabtu (10/5/2014).
Selama ini dirinya sudah mendatangi kios pupuk resmi namun selalu kosong. Akhirnya dia membeli pupuk dari bakul tidak resmi seharga Rp150 ribu per sak.
“Berapapun harga pupuk,akan dibeli petani asal ada barangnya.Tapi sekarang ini pupuk kosong terus,†keluh petani Desa Prijekngablak,  Kecamatan Karanggeneng, Warsono.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Kehutanan Lamongan, Hariyanto, dikonfirmasi SuaraBanyuurip.com mengatakan, pihaknya sudah mengajukan penambahan pupuk ke Pemprov Jatim. Kuota yang diajukan sebanyak 63.111 ton.
Kelangkaan pupuk yang terjadi di Lamongan menurutnya karena kuota pupuk yang diberikan kepada Kabupaten Lamongan masih minim dibandingkan kebutuhan.
“Tahun ini Lamongan mendapat jatah pupuk bersubsidi sebanyak 108.850 ton. Padahal tahun sebelumnya (2013) jatah Lamongan 128.524 ton. Ada penurunan sekitar 19.674 tonsehingga terjadi kelangkaan pupuk di Lamongan,†ungkap Suhariyanto.(tok)