SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban -Â Pasca dua nyawa melayang akibat mutilasi yang dilakukan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, Jawa Timur, langsung membentuk Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM). Tim tersebut konsentrasi pada penanganan ODGJ yang dipasung, terlibat pembunuhan, melakukan bunuh diri, dan kasus bullying anak.
“Komplek penanganannya TPKJM,” ujar Plt Kepala Dinkes Tuban, Endah Nurul, kepada suarabanyuurip.com, di gedung dewan, Kamis (9/11/2017).
Tim ini terdiri dari beberapa stakeholder yang saling terkait, mulai Dinkes, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A), TNI, Polri, puskesmas, pemerintah kecamatan/desa, dan tokoh masyarakat. Setiap pihak memiliki tugas dan fungsi masing-masing, salah satunya Dinkes betugas mendata jumlah ODGJ baik yang berpotensi, sedang ditangani, maupun proses pemulihan.
Perwakilan TPKJM Dinkes Provinsi Jatim, NS. Henni Dwi Windarwati, menambahkan, pembentukam tim ini merupakan amanah dari Kementerian Kesehatan. Hal tersebut harus terbentuk di level provinsi, kabupaten hingga kecamatan.
Setiap kabupaten wajib membentuk TPKJM, karena masih memiliki problem kejiwaan di masyarakatnya. Setelah tim kabupaten terbentuk, harus segera ditindaklanjuti level kecamatan.
“Pasung salah satu fenomena yang masih banyak di masyarakat Jatim,” sambung perempuan murah senyum itu.
Untuk mendorong masyarakat sadar lapor, Pemprov jatim tahun 2018 bakal membuat website pelaporan online. Data ODGJ setiap daerah bakal diupdate, dan terkoneksi ke puskesmas, Dinkes, maupun gubernur.
Tidak semua orang bisa mengakses data tersebut, karena ada kunci di setiap akunnya. Masyarakat hanya bisa lapor kesehatan, dan nanti bakal cepat tertangani.
“Sebenarnya kami sudah lama ingin ada TPKJM di Tuban,” sergah Sekda Tuban, Budi Wiyana terpisah.
Budi ingin tim tidak hanya fokus pada penanganan ODGJ, tapi yang paling juga pencegahannya. Ketika ada gejala kejiwaan, harus segera ditangani. Harapannya tidak ada lagi proses pemasungan bagi ODGJ.
“Kita akan libatkan tokoh masyarakat dan agama supaya mendorong masyarakat sadar lapor,” pungkasnya. (Aim)