SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Sejak empat hari terakhir nelayan di wilayah Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Lamongan, Jawa Timur berhenti melaut, lantaran sepinya hasil tangkapan. Mereka lebih memilih menambatkan perahu, sambil memperbaiki perahu, jaring, maupun perangkat menangkap ikan lainnya. Â
“Tangkapannya sepi, Mas. Jadinya lebih baik prei miyang (melaut),†ujar seorang nelayan di Desa Kranji, Kecamatan Brondong, Mi’an, kepada SuaraBanyuurip.com, Sabtu (10/5/2014).
Menurutnya, sepinya hasil tangkapan sudah biasa terjadi. Dalam satu bulan biasanya sekitar satu minggu hasil tangkapan sepi.
“Siklus di laut memang begitu. Dari pada mengeluarkan banyak biaya beli solar, dan hasilnya tidak baik lebih baik libur melaut dulu,†ujar Sodik, nelayan lain asal Desa Labuhan.
Tidak adanya nelayan yang melaut berdampak pada para juragan solar. Para bakul yang memasok kebutuhan solar, dan kebutuhan melaut lainnya bagi para nelayan mengaku tidak mendapat pemasukan.
“Sudah empat hari ini dagangan sepi, Mas. Nelayan pada berhenti melaut,†ungkap juragan solar di wilayah Brondong, H Sueb.
Jika para nelayan melaut para juragan solar ini yang memenuhi kebutuhan solar para nelayan. Biasanya para nelayan saat hendak berangkat melaut bon (hutang) dulu solar, dan kebutuhan melaut lainnya, dibayar saat pulang dari melaut.
Biasanya para juragan solar telah memiliki langganan nelayan. Untuk kebutuhan solar setiap juragan solar bisa memasok ratusan liter solar setiap harinya.(tok)