Pemuda Lokal Mampu Buat Scaffolding Terbaik

SuaraBanyuurip.comD Suko Nugroho

Tripatra telah memberikan pelatihan scaffolding kepada ratusan pemuda lokal sekitar proyek Banyuurip. Mereka yang sebelumnya tak memiliki keahlihan, kini semakin terampil.

Pipa-pipa tersusun bertingkat berdiri kokoh menjulang di lokasi proyek engineering, procurement and construction (EPC) 1 Banyuurip, Blok Cepu di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Beberapa pekerja lengkap dengan pakaian safety tampak menaiki pipa bersusun untuk mengerjakan aktifitasnya. Tanpa ada rasa canggung dan takut mereka pindah dari satu pipa bersusun.

Susunan pipa itu merupakan hasil karya scaffolder pemuda lokal dari desa-desa ring 1 Banyuurip. Mereka sebelumnya memperoleh pelatihan scaffolding di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Migas Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah dari PT. Tripatra Engineers & Constructors, pelaksana proyek EPC-1 Banyuurip.

“Saya sangat berterimakasih sekali kepada Tripatra yang sudah memberikan keterampalin scaffolding,” kata Narto salah satu tenaga scaffolding Tripatra.

Bagi warga yang tinggal di RT 18, RW 04, Dusun Gledekan, Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam ini, pelatihan scaffolding yang diperoleh dari Tripatra merupakan peluang emas. Karena dengan pelatihan tersebut dirinya sekarang memiliki keahlihan yang banyak dibutuhkan perusahaan-perusahaan yang mengerjakan proyek besar.

“Sebelumnya saya tidak memiliki keahlian apa-apa. Namun setelah mendapat pelatihan di Pusdiklat Migas Cepu, saya sekarang bisa tahu bagaimana cara mendirikan scaffolding,” ujar pria yang sebelumnya bekerja sebagai marketing itu. 

Baca Juga :   Bengawan Solo Antara Berkah dan Bencana

Selain mendapatkan keterampilan scaffolding, Narto bersama ratusan pemuda Bojonegoro juga memperoleh sertifikat dari Pusdiklat Migas Cepu. Sertifikat itu menjadi modal tersendiri bagi mereka untuk meningkatkan daya saing dalam bursa kerja di proyek-proyek lainnya ketika proyek Banyuurip telah selesai.

“Dengan keterampilan dan sertifikat yang saya miliki akan memudahkan saya untuk mendapatkan pekerjaan,” tegas Narto. 

“Ini modal berharga bagi saya untuk menatap masa depan. Saya tak lagi bingung meski proyek ini sudah selesai, karena saya sudah mempunyai keterampilan dan sertifikat untuk melamar ke proyek lainnya,” sambung Sucipto, tenaga scaffolder Tripatra lainnya.

Baik Narto maupun Sucipto mengaku bangga bisa terlibat dan turut mensuksesankan proyek negara tersebut. Karena selama ini mereka tak pernah membayangkan sebelumnya akan bisa membuat scaffolding yang begitu megah dan kokoh.

Dalam melaksanakan proyek EPC-1 Banyuurip ini, Tripatra telah melibatkan total tim scaffolding lokal sebanyak 200 orang dan tim yang sudah berpengalaman sebanyak 50 orang. Tim scaffolding itu dibentuk dengan resources 75% dari lokal Bojonegoro yang mayoritas adalah pemuda dari ring 1 Banyuurip.

Baca Juga :   Menyandingkan Trilogi Pendidikan dan Kultur Pegunungan di SMAN Grabagan

Tim lokal itu berangkat dari pemuda yang sebelumnya tidak mempunyai knowledge scaffolding sedikitpun. Mereka kemudian diseleksi, strainingkan dan sertifikasikan ke Pusdiklat Cepu selama 3 bulan melakukan on job training dengan mentor team scaffolding yang sudah berpengalaman.

“Sekarang mereka menjadi team yang sangat solid, dengan hasil pekerjaan yang sangat excellent,” sambung Community Affairs Tripatra, Budi Karyawan.

“Mereka adalah Team scaffolding kebanggan EPC – 1,” lanjut Budi, menegaskan.

Putra Malang, Jawa Timur, itu mengungkapkan, pendidikan dan pencetakan tenaga skill scaffolder adalah bagian dari program corporate social responsibility (CSR) training yang dilakukan Tripatra untuk meningkat sumber daya manusia (SDM) pemuda lokal. Tujuannya agar pemuda lokal memiliki daya saing dalam bursa kerja.

“Karena sejak awal melakukan aktifitas di sini sudah berkomitmen untuk memberdayakan warga lokal,” tegas Budi.

Menurut Budi, yang membanggakan bagi Tripatra adalah dari 250 tenaga scaffolding yang terlibat diproyek EPC-1, sebanyak 200 orang adalah pemuda ring 1 yang belum punya background schaffolder sebelumnya. Selain itu, pekerjaan mereka termasuk excelent, bahkan terbaik se Indonesia.

“Kami bangga karena hasil CSR berupa pelatihan yang diberikan memberikan wujud nyata,” pungkas Budi.(suko)


»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *