Karyawan Migas Dilaporkan Perkosa TKW

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sosial (Disnakertransos),  mendapat pengaduan dari mantan Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Desa Sukorejo, Kecamatan kota, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur yang mengaku telah diperkosa oleh salah satu karyawan Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ), operator Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Selasa (13/5/2014).

Kepala Disnakertransos, Ady Wicaksono, mengungkapkan, laporan yang diterima oleh perempuan berinisial EK ( 23) ini saat bekerja menjadi TKW di Hongkong pada 1 Maret 2012 silam. Dia berangkat ke negeri beton melalui PJTKI PT Wahana Karya Suplanda dari Jakarta.

“Dia ini datang kepada kami melaporkan bahwa telah diperkosa oleh majikannya yang keturunan China ini. Dengan kejadian tersebut, akhirnya hamil dan pulang ke Bojonegoro dengan biaya sendiri, dan merasa dirugikan,” terangnya kepada SuaraBanyuurip.com. Oleh sebab itu, melalui Disnakertransos, meminta agar PT Wahana Karya Suplanda ini bertanggung jawab memberikan ganti rugi atas kepulangannya tersebut.

“Kami sudah menghubungi PJTKI itu, dan belum memberikan balasan sampai sekarang,” tukasnya. Masih sesuai keterangan yang didapat, Ady mengungkapkan, EK ini pulang bersama si majikan yang diketahui bekerja di JOB P-PEJ. Bahkan, nama lengkap dan nomer handphone sang majikan diberikan kepada Disnakertransos.

Baca Juga :   Holcim Bantah Tudingan Warga

“Kami masih mengecek apakah keterangan EK ini memang benar-benar diperkosa atau suka sama suka, karena beberapa hari usai melapor EK menyatakan tengah keguguran,” imbuhnya. Namun, apabila keterangan yang diberikan tidak sesuai kenyataan, Disnakertransos tidak bisa berbuat apa-apa. Terlebih EK tidak menuntut majikannya tersebut, akan tetapi menuntut ganti rugi dari PJTKI yang membawanya ke Hongkong.

“Saya juga bingung, ini kasusnya bagaimana, karena laporan yang kami terima ternyata dikirimkan juga kepada Bupati Suyoto. Bahkan, sempat dua kali mendatangi dialog publik di Pendopo tiap Jumat ya tidak jadi mengadu,” tukasnya heran. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *