SuaraBanyuurip.com – Ali Musthofa
Blora – Kegiatan ekplorasi dan produksi Migas di Kabupaten Blora, Jawa Tengah diprediksi pada tahun ini, dan tahun-tahun selanjutnya akan meningkat pesat. Kondisi itu tentunya harus diantisipasi oleh warga yang tinggal di sekitar lokasi operasi perusahaan Migas tersebut.
Seruan itu seperti disampaikan oleh Ketua LSM Lentera Cepu, Blora, Lulus Trilaksono, kepada SuaraBanyuurip.com, Selasa (13/5/2014). Munurut Tulus, warga di sekitar lokasi tambang selama ini kerap tidak mengetahui aktivitas pertambangan di wilayahnya.
“Bahkan mereka terkadang tidak faham atas apa yang terjadi di lingkungannya. Apalagi dampak yang mungkin saja terjadi akibat aktivitas penambangan tersebut,” ujarnya.
Disinilah diperlukan komitmen dari operator lapangan untuk memberi pemahaman pada sekitar masyarakat, terkait kegiatannya dan dampak positif yang bisa muncul sewaktu-waktu. “Itu perlu cara sosialisasi itu harus mudah dimenegerti oleh bahasa mereka,” imbuhnya.
Mekanisme transparansi proyek, tambah dia, harus disampaikan secara detail kepada masyarakat sekitar. Warga kadang mengeluhkan tidak tahu aktivitas penambangan yang dilakukan. Kalaupun ada imbas negatif yang berdampak pada mereka, seringkali mereka juga bingung mau mengadu kemana.
Blora memilik potensi Migas yang besar. Jangan sampai mereka hanya merasakan dampaknya saja, tanpa merasakan manfaatnya.
“Harus ada keseimbangan yang itu menjadi tanggungjawab perusahaan pada lingkungan,” tuturnya.
Tulus menyebutkan beberapa kejadian yang pernah terjadi adanya  imbas kegiatan Migas yang berdampak bagi masyarakat. Seperti; kerusakan lingkungan akibat  aktifitas produksi minyak sumur tua yang tersebar di penjuru wilayah Kabupaten Blora. Termasuk juga pencemaran lahan pertanian di Desa Bangoan, Kecamatan Jiken oleh limbah minyak yang diakibatkan buruknya pengelolaan limbah sumur tua beberapa tahun lalu.
Demikian pula, kasus kebocoran pipa minyak di Desa Sambong, kerusakan jalan yang disebabkan eksplorasi Blok Randugunting di Kecamatan Japah, dan Tunjungan.
“Disitulah pentingnya, warga yang tinggal di ring 1 harus berperan serta secara aktif ikut mengawasi aktivitas ekplorasi dan produksi migas disekitarnya,” tandas Tulus. (ali)