Entas Kemiskinan dengan Kambing dan Ayam

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan – Banyak cara untuk membuka jalan bagi kesejahteraan masyarakat pedesaan. Di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, pemerintah kabupaten setempat memberikan stimulus bantuan pemberdayaan berupa ternak untuk warga.

Di Desa Weduni, Kecamatan Deket, bantuan tersebut yang dikembangkan secara unik. Yakni membuat kandang-kandang kambing bertingkat yang diletakkan di tegalan areal tambak.

Hal itu dikarenakan desa ini berada di kawasan bonorowo yang memiliki sedikit tanah lapang. Selain sungai dan rawa, pertanian yang berkembang di kawasan itu adalah perikanan.

Pengelolaan program ternak kambing di Desa Weduni dilakukan secara terpadu dan ramah lingkungan oleh Klompok Kapal Mandiri di Dusun Kudu. Semua anggota kelompok ternaknya membuat kandang-kandang kambing di atas tegalan sawah tambak.

Tak mengherankan ketika Bupati Lamongan, Fadeli, mengunjungi kawasan ternak kambing terpadu satu-satunya alat transportasi untuk bisa menujangkaunya adalah dengan menggunakan perahu.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lamongan, Aris Wibawa melalui Kabag Humas dan Infokom, Mohammad Zamroni, mengatakan,  pada tahun 2011 dilaksanakan pengadaan kambing sebanyak 2.200 ekor di 11 desa di 3 kecamatan. Yakni di Kecamatan Ngimbang, Mantup dan Sambeng.  Kemudian di tahun 2013 program pengembangan agribisnis peternakan kambing menambah bantuan 110 ekor di Desa Weduni, Kecamatan Deket dan Desa Dumpiagung, Kecamatan Kembangbahu.

Baca Juga :   Hilal Tak Terlihat di Bojonegoro, Penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah Tunggu Sidang Isbat ‎

“Sementara di tahun 2014 ini, akan diberikan bantuan sebanyak 512 ekor, di 14 desa yang berada di 13 kecamatan,” kata Zamroni kepada suarabanyuurip.com, Rabu (14/5/2014).

Sedangkan untuk budidaya itik dikembangkan melalui pola intensif dan konvensional. Jumlah bantuan yang diberikan sebanyak 20.000 ekor di tahun 2011 di 8 desa yang berada di Kecamatan Turi dan Kalitengah. Selanjutnya di tahun 2012 diberikan hibah kepada kelompok ternak pembudidaya itik sebanyak 10.000 ekor di Kecamatan Turi.

Sementara untuk pengembangan agribisnis peternak ayam ras petelur dilaksanakan di Desa Kedungkumpul, Kecamatan Sukorame dan Desa Puter, Kecamatan Kembangbahu sebanyak masing-masing 10.000 ekor di tahun 2013.  Untuk tahun 2014 ini bakal diberikan bantuan sebanyak 10.000 ekor ayam ras petelur di 6 desa di kecamatan Kedungpring, Modo, Sukorame, Kembangbahu, dan Mantup.

Berbagai program stimulus ini merupakan bagian dari Program Gerakan Membangun Ekonomi Rakyat Lamongan Berbasis Pedesaan (Gemerlap) di Kabupaten Lamongan yang telah berjalan sejak tahun 2011.

“Gemerlap merupakan program daerah Kabupaten Lamongan dalam rangka pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat desa,” pungkas Zamroni.(tok)

Baca Juga :   Kopri PMII Bojonegoro: Nikah Muda Menjadi Penyebab Perceraian

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *