SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Pengurangan tenaga kerja di proyek konstruksi Lapangan Banyuurip, Blok Cepu dinilai akan berdampak pada penyusutan jumlah kendaraan tenaga kerja (naker) yang melintas di sejumlah jalan poros desa di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Sebelumnya warga desa sekitar proyek Banyuurip sempat mengeluhkan banyaknya kendaraan yang melintas di jalan poros desa maupun lingkungan mereka. Sebab para pekerja mengendarai motornya dengan ugal-ugalan.Â
“Iya salah satu dampaknya akan menyusut, tidak ada lagi yang kebut-kebutan,” kata Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Gayam, Warsito kepada suarabanyuurip.com, Kamis (15/5/2014).
Salah satu warga Desa Brabowan, Wantoro, mengungkapkan, belakangan kondisi jalan di desanya relatif sepi jika dibanding sebelumnya. Hanya sesekali tenaga kerja yang melintas ketika pulang kerja.
“Kalau dulu banyak yang ngebut pas lewat jalan sini,” terangnya.
Community Affairs Konsorsium PT Tripatra-Samsung, Budi Karyawan menyatakan, untuk proyek engineering, procurement and construction (EPC) -1 Banyuurip telah mengurangi 700 lebih naker. Sehingga kalaupun ada penyusutan kendaraan naker yang melintas merupakan hal yang wajar.
“Itu sudah otomatis,” kata Budi.(roz)