Ratusan Karyawan Demo Perusahaan

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Ratusan pekerja PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), melakukan orasi dan aksi unjuk rasa di dalam perusahaan yang berlokasi di Desa Remen, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Jumat (16/5/2014).

Aksi demontrasi mereka lakukan dalam rangka gerakan penyelamatan PT TPPI, menjelang berakhirnya kerja sama pengolahan (Tooling Agreement) kilang minyak antara PT TPPI dengan PT Pertamina pada 20 Mei 2014 mendatang.

“Pengambilalihan kilang TPPI adalah harga mati yang harus dilakukan oleh negara,” teriak salah satu pekerja di hadapan ratusan pekerja.

Ketua Umum Serikat Pekerja PT TPPI, Suhariyadi, mengatakan, kalau aksi yang digelar pekerja merupakan gerakan penyelamatan perusahaan. Pekerja berharap, setelah Tooling Agreement selesai, maka negara harus segera menguasai kilang tersebut dalam waktu dekat.

“Jangan sampai potensi (peralatan) yang ada di sini menjadi mangkrak, atau bahkan dikuasai oleh asing,” kata Suhariyadi menegaskan.

Kekhawatiran ini muncul, lantaran hingga sampai detik ini belum ada pembahasan serius yang dilakukan pemerintah untuk keberlangsungan kilang PT TPPI setelah Tooling Agreement rampung.

Baca Juga :   Kepala BPH Migas: BBM 1 Harga Program Revolusioner

Selain itu, pekerja juga menunggu perwakilan dari kantor Kementereian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang melakukan pertemuan dengan pihak manajemen PT TPPI, dan perwakilan dari pekerja. Mereka menuntut supaya semua pihak satu sikap dalam penyelamatan aset negara yang mencapai Rp12 triliun tersebut.

Diketahui, kilang PT TPPI merupakan kilang satu-satunya di Indonesia yang dapat mengolah kondensat menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM). Dalam keadaan biasa, kilang ini dapat mengolah 30 ribu barel kondensat perhari, atau 900 barel per bulan. Apabila dimaksimalkan, kilang ini dapat mengolah 50 ribu barel kondensat per hari, atau 1.500 barel per bulan.(edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *