SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro- Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, berharap puncak produksi di Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, sebesar 165 ribu barrel per hari (Bph) segera tercapai dan tidak molor lagi seperti sebelumnya.
Kepala Dinas Pendapatan Herry Sudjarwo, mengungkapkan, jika puncak produksi bisa tercapai dana bagi hasil (DBH) migas yang diterima Bojonegoro dari Kementrian Keuangan senilai Rp 452 miliar. Namun pendapatan itu tak jadi diterima karena puncak produksi Blok Cepu molor sampai saat ini.
“Makanya kami sangat berharap akhir tahun ini bisa tercapai,” ujarnya.
Dia mengatakan, dengan jumlah DBH Migas yang tidak tercapai target tersebut juga mepengaruhi pendapatan APBD. Saat ini saja total APBD senilai Rp 2.305.749.457.748. Sementara Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp 195 Juta, sedang dana perimbangan yan didalamnya terdapat DBH Migas sebesar Rp 1,7 Triliun.
“Masalah transparansi, masyarakat bisa mengakses ke website resmi Pemkab melalui Dinas Kominfo. Tidak ada yang disembunyikan dari publik,” tegas.
Dari jumlah totak pendapatan itu, lanjut Herry, sebesar 12,5 persen disalurkan ke seluruh desa melalui Alokasi Dana Desa (ADD). Perhitungan antara desa penghasil migas dan non penghasil migas tak sama. Disesuaikan dengan beberapa kreteria yang sudah ditentukan dalam aturan.
” Kalau DBH turun otomatis ADD juga Turin,” pungkasnya.(rien)