SuaraBanyuurip.com – Ali Musthofa
Blora – Sejak sebulan terakhir elpiji tabung ukuran 3 Kg di Kabupaten Blora, Jawa Tengah sulit diperoleh. Kondisi tersebut mengakibatkan harga melambung di tingkat pengecer sehingga masyarakat keberatan.
Oleh karena itulah  Bupati Blora, Djoko Nugroho, menggelar rapat koordinasi dengan Asisten Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Dinas Perindustrian, Perdagangan,  Koperasi, dan Usaha Mikro, Kecil Menengah, dan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral di ruang pertemuan Setda Blora.
“Saya merasa aneh dengan tata kelola elpiji dan pupuk. Kita bagian dari pemerintah, tetapi ketika permasalahan menyangkut 2 hal tadi, kita jadi banci. Disini Bupati mengatur harga tidak bisa, karena yang mengatur jatah elpiji dan pupuk adalah pusat, sedangkan keluhan masyarakat kepada kita,†kata Bupati Blora, Djoko Nugroho.
Menurutnya, harga elpiji dan pupuk mahal karena dibuat mahal oleh para distributor, karena dibuat situasi dan kondisi mahal. Celakanya pemerintah daerah tidak bisa berbuat apa-apa melakukan itu.
Meski begitu, Pemkab berupaya terus agar permasalahan serupa tidak sampai terjadi lagi. Langkah tegas yang akan dilakukan adalah mencabut surat izin usaha perdagangan (SIUP) perusahaan yang terbukti melanggar perdagangan elpiji.
Bupati menegaskan dinas terkait agar tidak ragu lagi mencabut izin usaha bagi agent dan pangkalan elpiji yang nakal. Kokok,demikian akrab disapa juga meminta dinas terkait segera menggelar operasi pasar, Â mengajukan quota tambahan kepada Pertamina. Untuk itu, bupati meminta agar dinas segera mengundang seluruh Camat dan Muspika untuk melakukan koordinasi.
Mantan Dandim Rembang ini juga menegaskan harus ada sanksi tegas bagi pihak-pihak yang melakukan pelanggaran perdagangan elpiji. Salah satu kewenangan yang bisa dilakukan Pemkab adalah mencabut SIUP pihak yang terbukti melakukan pelanggaran tersebut.
“Sebentar lagi puasa dan lebaran, ada apa dibalik itu. Pupuk dan elpiji disubsidi pemerintah untuk rakyat, jangan sampai disalahgunakan,†tandasnya.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, koperasi, dan Usaha Mikro, Kecil Menengah Kab. Blora, Maskur mengatakan harga elpiji dilapangan sudah diatas ketentuan SK Gubernur, baik yang dijual agen, pengecer bahkan pangkalan.
“Agen menjual ke pangkalan Rp12.750, ada juga agen yang jual kepada pangkalan Rp13.000. Pangkalan yang seharusnya menjual Rp14.000, ada yang menjual Rp16.000  hingga Rp17.000,†terangnya.
Kabag Perekonomian Setda Blora, Rudatiningasih, menambahkan, langkanya Elpiji 3 Kg  diduga juga dikarenakan adanya sebagian warga yang sebelumnya menggunakan 12 Kg kilogram beralih ke 3 Kg.
“Kebutuhan Elpiji 3 kilogram semakin besar, sedangkan 12 kilogram penjualannya turun,†tuturnya. (ali)