SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Warga sekitar ladang minyak Banyuurip, Blok Cepu di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mengaku hingga saat ini belum mengetahui secara detail tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) yang bertransformasi menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dan Asuransi Kesehatan (Askes) berubah menjadi BPJS Kesehatan.
“Saya belum tahu kalau ada perubahan nama, Pak. Tahu saya ya Jamsostek, saja,” kata Wajib, warga Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro kepada suarabanyuurip.com, Senin (26/05/2014).
Warga desa ring satu Lapangan minyak Banyuurip itu berharap, agar pemerintah atau dinas terkait untuk segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Sebab banyak masyarakat Gayam yang saat ini terlibat di proyek Banyuurip.
“Sehingga mereka mengetahui hak-hak yang bisa mereke peroleh sebagai tenaga kerja. Juga teknis seperti apa agar bisa terdaftar dalam BPJS Ketenagaakerjaan atau kesehatan,†saran dia.
Dikonfirmasi terpisah, Camat Gayam, Hartono, membenarkan, jika sampai saat ini belum ada sosialisasi secara langsung dari BPJS Ketenegakerjaan maupun Kesehatan ke tingkat Kecamatan maupun desa.
“Kalau melalui media masa kelihatannya sudah ada sosialisasi terkait BPJS, Mas. Namun secara langsung ketingkat bawah belum. Karena sampai saat ini pihak BPJS belum tahu datang di Kecamatan Gayam untuk mangajak sosialisasi tentang BPJS itu secara langsung ke warga,” sambung Hartono, mengungkapkan.
“Karena ini tugas kita bersama, Insya Allah saya akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait untuk segera mensosialisasikan langsung ke bawah tidak hanya melalui media masa saja, Mas,” imbuh mantan Camat Purwosari tersebut. (sam) Â