SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Kontraktor proyek Engineering, Procurement, and Constructions (EPC) 5 Banyuurip, Blok Cepu, konsorsium PT.Rekayasa Industri (Rekind)- Hutama Karya (HK) tidak menutup peluang usaha bagi warga sekitar operasinya.
Esti, salah satu warga Desa Ngraho, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojoengoro, Jawa Timur mengungkapkan, tingkat pengerjaan disekitar EPC-5, terutama di Fly Over (jembatan laying) kian tinggi. Termasuk adanya proyek pemasangan pagar.
Menurut dia, seiring dengan kondisi tersebut, warga kian banyak yang berminat membuka usaha kecil-kecilan seperti warung makan, minuman, dan jasa parkir. “Belakangan mulai banyak yang buka,kita harapkan kontraktor juga harus memberi ruang,” katanya.
Esti mengatakan, belum lama ini mencoba membuka usaha jasa parkir lantaran melihat kendaraan bermotor pekerja yang semrawut, namun saat dirinya membuka tempat jasa parkir malah dimasukkan di areal sekitar proyek.
“Akhirnya sia-sia, Mas. Saya pengennya di sekitar sini sama seperti di lokasi sekitar proyek EPC-1,” ucapnya protes.
Lebih lanjut dia mengingatkan, agar pihak perusahaan harus bisa menjaga hubungan baik dengan warga sekitar.Sehingga jangan terkesan hanya dengan para perangkat desa saja. “Paling tidak mengorangkan orang masyarakat kecil,” tambahnya.
Esti berharap, agar kontarktor juga menyediakan tempat untuk mengantisipasi kian bertumbuhnya geliat ekonomi usaha kecil disekitar wilayah EPC-5.Termasuk kemungkinan, pindahnya pedagang disekitar EPC-1.
“Iya apalagi kabarnya yang disana mau ditutup,” tuturnya. (roz)