Premanisme Mulai Intai Blok Cepu

SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro – Warga sekitar ladang Migas Banyuurip, di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa-Timur meminta kepada pihak keamanan untuk segera meningkatkan pengamanan di sekitar proyek Blok Cepu yang dioperatori oleh Mobil Cepu Ltd (MCL). Hal itu untuk mengantisipasi kerawanan kriminalitas akibat pengurangan tenaga kerja menjelang rampungnya proyek konstruksi Banyuurip.

“Karena sangat tidak menutup kemungkinan kriminalitas akan muncul menjelang selesainya proyek di sini,” kata Pujianto, warga Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam kepada suarabanyuurip.com, Minggu (01/06/2014).

Peningkatan keamanan itu, kata Pujianto, perlu segera dilakukan di sekiar obyek vital, Banyuurip. Sebab pada hari Jumat (30/05/2014) lalu, ada sekelompok warga di duga melakukan aksi permintaan dana kepada subkontarktor proyek enginering, procurement and construction (EPC) -1 dan 5 Banyuurip dengan kasar layaknya preman.

Dalam aksinya, lanjut Pujianto, dibungkus dengan tuntutan agar dilibatkan kerja di proyek. “Saat ini kondisi sekitar proyek serasa sudah tidak nyaman lagi. Karena sudah muncul tindakan tak terpuji yang dilakukan warga sekitar,” ujar dia.

Baca Juga :   Pastikan Pemilu Ramah Disabilitas, Bawaslu Bojonegoro Gelar Sosialisasi

Menurut Pujianto, aksi sekelompok warga itu disinyalir akibat dampak pengurangan tenaga kerja (Naker) yang kini mulai dilakukan menjelang berkurangnya pekerjaan proyek Banyuurip. Salah satu contohnya pengurangan naker proyek EPC -1 yang dikerjakan oleh PT Tripatra – Samsung.

“Nggak etis lah mas kalau saya sebutkan siapa sekelompok orangnya tersebut. Tetapi, yang pasti warga sekitar proyek sini saja,” ungkapnya.

Tokoh masyarakat Desa Bonorejo itu menilai, alasan ingin direkrut menjadi naker yang digunakan sekelompok orang yang meminta uang itu hanya abal-abal saja. Karena jika mereka ingin meminta agar dilibatkan menjadi naker Banyuurip bisa dilakukan dengan cara yang santun dan prosedur.

“Kan bisa mengirim lamaran kerja yang disesuaikan dengan keahliannya masing-masing,” imbuh Pujianto.

“Hal-hal yang kurang baik itu tidak perlu dilakukan oleh warga. Semoga, kedepan proyek Blok Cepu ini tetap berjalan lancar sesuai dengan harapan kita bersama,” sambung Hariyanto, warga Desa Gayam ditemui secara terpisah. (sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   Anggota Korpri Jangan Hanya "Busines As Usual"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *