SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, meminta warga waspada terhadap bencana kebakaran saat memasuki musim kemarau. Hal ini dikarenakan banyaknya bahan yang mudah terbakar saat cuaca panas.
“Dalam sepekan ini ada empat kejadian kebakaran di Bojonegoro. Kami mengimbau warga waspada bencana kebakaran,†ujar Kepala BPBD Kabupaten Bojonegoro, Amir Syahid.
Dia mengatakan, bencana kebakaran pertama terjadi di lokasi sumur minyak 8 Pad B Lapangan Migas Sukowati di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas. Lapangan migas Sukowati ini dikelola oleh Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ). Akibat kebakaran itu, tiga pekerja mengalami luka bakar serius dan dirawat di rumah sakit.
Kemudian, kebakaran juga menghanguskan warung milik Imam Basuki, (34), warga Balenrejo, Kecamatan Balen. Penyebab kebakaran diduga karena hubungan arus pendek listrik. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, tetapi kerugian material ditaksir mencapai Rp50 juta.
Kebakaran juga meludeskan satu rumah di Desa Clebung, Kecamatan Bubulan. Penyebab kebakaran diduga akibat adanya hubungan arus pendek listrik. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, tetapi kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Terakhir kebakaran menghanguskan rumah milik Sadiman, (56), warga Desa Panjunan, Kecamatan Kalitidu. Penyebab kebakaran diduga dari percikan api pembakaran sampah yang berada di belakang rumah korban. Barang yang berada di dalam rumah tidak ada yang berhasil diselamatkan. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.
Dia menambahkan, saat musim kemarau banyak material yang mudah tersulut api. Tidak jarang, kebakaran dipicu oleh hal sepele seperti membuang puntung rokok yang masih menyala.
Amir menyampaikan, untuk menangani kejadian kebakaran, pihaknya menyiapkan enam unit mobil pemadam kebakaran. Satu unit mobil pemadam kebakaran ditempatkan di BPBD Bojonegoro dan tiga unit mobil pemadam kebakaran lainnya ditempatkan di BPBD Pos Padangan dan BPBD Pos Temayang, dan Baurno.
“Mobil pemadam kebakaran yang ditempatkan di BPBD Pos kecamatan itu agar lebih cepat dalam melakukan penanganan,†ujarnya.
Pihaknya menegaskan, agar semua operator dan kontraktor migas yang beroperasi di Bojonegoro mewaspadai potensi kebakaran sekarang ini.Â
“Kami minta semua operator memiliki alat pemadam kebakaran ringan di masing- masing bidang operasi,” tandasnya.(rien)