SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Pertamina Region V akan memperketat pembelian bahan bakar minyak (BBM) dengan jiregen di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayahnya. Hal itu untuk menekan penyelewengan BBM bersubsidi seperti penimbunan yang marak terjadi.
Setiap pembelian menggunakan jiregen direncanakan harus di sertai rekomendasi dari pihak terkait. Penyertaan rekomendasi pembelian menggunakan jiregen itu akan diberlakukan kepada pedagang bensin eceran, petani dan penambang perahu. Â
Sales Executif Retail Wilayah III Region V PT Pertamina Persero, Arif Ibadi Subroto, menegaskan, para pedagang bensin eceran harus mendapatkan rekomendasi saat membeli bensin menggunakan jirigen. Misalnya petani yang membeli, harus mendapatkan rekomendasi dari Dinas Pertanian, peternak ikan harus dari Disnakan.
“Sedangkan bagi pedagang bensin eceran ini belum ada yang mengatur siapa yang berhak memberikan rekomendasi. Karena itulah perlu dibahas solusinya,” tututurnya saat menggelar rapat koordinasi (Rakor) dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.Â
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Bojonegoro, Basuki, menyampaikan, adanya kebijakan pemerintah pusat untuk membatasi pembelian bensin dengan jirigen membuat sebagian besar masyarakat terutama penjual bensin eceran, petani, dan penambang perahu khawatir tidak bisa membeli dengan menggunakan jirigen.
“Sebenarnya kami tidak memiliki kewenangan untuk pembelian bensin menggunakan jirigen, oleh sebab itu dengan adanya rapat dapat memberikan jalan keluar terbaik,” sambung Basuki.
Basuki mengatakan, pihaknya telah melayangkan surat serta saran kepada Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi ( BPH Migas) agar duduk satu meja dengan masyarakat dan pemkab Bojonegoro.
“Sebenarnya masyarakat bisa membeli bensin menggunakan jirigen asalkan ada rekomendasi, dan itu yang harusnya dijelaskan siapa yang berhak memberikan rekomendasi,” tandasnya.
Basuki mengungkapkan, realisasi kebutuhan BBM di Bojonegoro sampai pada bulan April 2014 untuk jenis premium mencapai 30 ribu kiloliter, sementara jenis solar mencapai 18.500 kiloliter.(rien)