Baru 106 Desa di Bojonegoro Tersentuh Program Jamban

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terus meningkatkan program jambanisasi di wilayahnya. Tujuannya untuk mengubah kebiasaan buang air besar (BAB) sembarang tempat, menjadi buang air besar yang sehat atau pada tempatnya.

Kasi Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Moh Sholeh, mengatakan, dari total 430 desa di Bojonegoro, sebanyak 106 desa yang sudah tersentuh program jambanisasi. Sisanya ada di Kecamatan Gayam dan saat ini sudah dilakukan verivikasi.

“Tradisi masyarakat untuk menjaga kesehatan lingkungan memang masih sulit, terlebih sudah menjadi kebiasaan dan tradisi,” ujar Sholeh.

Dia mengungkapkan, tradisi buang air besar sembarang tempat yang terjadi di masyarakat diantaranya adalah dilakukan di bawah pohon bambu dengan penutup seadanya misalnya dari kardus, glangsing compang-camping, di sungai yang mengalir di pinggir jalan atau pinggir sawah dan terkadang di sungai yang mengering.

“Pemkab menggandeng operator yang ada baik itu MCL, JOB P-PEJ, maupun lainnya untuk mengarahkan program CSR nya ke jambanisasi dan gerakan cuci tangan pakai sabun,” ujar Sholeh.

Baca Juga :   Temukan 42 Penderita Sakit Jiwa Dipasung

Dirinya berharap semua operator dan kontraktor migas ikut serta berpartisipasi menyehatkan masyarakat dengan program jambanisasi, karena masih banyak desa yang belum tersentuh program tersebut.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *