Pelajar Keluhkan Keterbatasan Toko Buku

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Pesatnya industri di Kabupaten Tuban, Jawa Timur ternyata tidak seimbang dengan perhatian pelaku industri di dunia pendidikan.

Hal ini terbukti dengan masih terbatasnya jumlah toko buku di Kota Tuwak. Selain jumlah toko yang terbatas, juga pada pilihan buku yang masih sangat minim. Tidak selengkap dengan toko buku yang ada di kota atau kabupaten lain.

Beberapa pelajar yang telah lulus Ujian Nasional (Unas) 2014 kemarin, ikut mengeluhkan kondisi ini. Mereka bahkan tidak mendapatkan beberapa buku yang diperlukan untuk mempersiapkan ujian tes masuk perguruan tinggi.

“Sudah cari kemana-mana, buku untuk kisi-kisi soal tes masuk ke perguruan tinggi,” jelas Kiki Yuli Andriyani (18), salah satu pelajar ketika berada di Pustaka 2000, Jalan Veteran, Tuban, Selasa (3/6/2014).

Dia mengatakan, buku yang berisi kisi-kisi soal ujian ini memang sedang diburu pelajar di Tuban. Dia mendapatkan informasi, kalau sebenarnya buku ini tersedia, tapi jumlahnya tidak seberapa.

“Kata penjaga toko sudah habis, mencari di tempat lain juga tidak ada,” lanjut dara lulusan SMA Negeri 3 Tuban ini menerangkan.

Baca Juga :   Disdik dan Cabdindik Jatim Bojonegoro-Tuban Larang Sekolah Gelar Wisuda

Keberadaan toko buku yang terbatas juga dirasakan kalangan mahasiswa. Siswandi (22), salah satu mahasiswa perguruan tinggi di Tuban mengatakan kalau ketersediaan buku wacana dan referensi kuliah di toko buku Tuban masih sangat minim.

“Kalau dibandingkan, buku wacana di Tuban itu lebih lengkap di Bojonegoro atau Lamongan. Padahal sama-sama kota kecil,” jelas Siswandi.

Pantauan Suarabanyuurip.com sendiri keberadaan toko buku di Tuban memang masih dapat dihitung jari. Kalaupun ada, hanya sebatas pada penyediaan buku tulis dan perlengkapan pendidikan yang lain. (edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *