SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Anggaran yang diajukan Dewan Kebudayaan Bojonegoro (DKB), Jawa Timur senilai Rp 1,2 miliar untuk kegiatan festival Bengawan Bojonegoro pada Hari Jadi Bojonegoro (HJB) yang akan dilaksanakan Agustus 2014 mendatang ditolak Dinas Kebudayan dan Pariwisata (Disbudpar) setempat.Â
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bojonegoro, Bambang Suharno, mengungkapkan, pengajuan anggaran tersebut dinilai tidak masuk akal dan terlalu besar. Meskipun begitu, persiapan yang dilakukan untuk festival Bengawan Bojonegoro masih tahap konsep acara dan belum mengarah pada anggaran.
Sesuai konsep yang diajukan DKB ada berbagai macam budaya lokal Bojonegoro yang akan ditampilkan dalam festival Bengawan Bojonegoro. Kesenian Tradisional yang meliputi Wayang Kulit, Sandhur (khas Bojonegoro), Wayang Thengul, Karawitan, Oklik (khas Bojonegoro), Tari, Langen Tayub, Anthiririt (jaranan khas Bojonegoro), Reog, Barongsai. Kemudian musik yang meliputi Pop, keroncong, Jazz Etnik Hiphop Jawa, Campursari, Dangdut, Hadrah, Jedhoran (khas Bojonegoro). Teater tradisional dan modern yang mencakup Ketoprak, Ludruk, dan Teater pelajar.
Tak hanya itu, dalam festival itu juga akan digelar hiburan Olahraga Tradisional dan Karya Kreatif yang meliputi Sepak Bola Nggisik (anak-anak), Bola Voley Nggisik (ramaja dan dewasa), Gethekan, Lukis Landscap Bengawan Solo, Mewarna gambar tokoh wayang purwa dan Fotografi. Untuk kegiatan sastra ada lomba cipta puisi dan parade baca puisi.
Sementara untuk acar ekonomi kreatif ada pasar seni dan Kuliner. Sedangkan untuk karnaval perahu hias akan melibatkan 100 unit perahu tembo dihias berdasarkan nilai-nilai kesejarahan yang dimiliki masing-masing desa peserta.
Bermacam-macam kegiatan itu akan dipusatkan di tiga tempat yakni yang pertama di Bendungan Gerak Desa Ringinrejo, Kecamatan Kalitidu sebagai acara pembukaan festival dan start pemberangkatan karnaval perahu hias pada puncak acara di hari ke tiga berada di lokasi ini. Lokasi ke dua di Desa Sukoharjo Kecamatan Kalitidu, sebagai tempat transit bagi perahu peserta karnaval dan lokasi atraksi perahu membentuk formasi huruf kata “Bojonegoro†sekaligus area bagi para fotografer untuk mengabadikan moment. Â
Sedangkan lokasi ke tiga  di Desa Banjarsari Kecamatan Trucuk,  yang merupakan lokasi finish dari kegiatan karnaval perahu hias. Ketiga lokasi diatas juga terdapat panggung kesenian, arena lomba serta stand pasar seni, sajian kuliner dan produk unggulan.
“Kita akan lebih mengenalkan budaya tradisional kepada generasi muda sekarang dan juga masyarakat luas terutama para pendatang yang tinggal di Bojonegoro,” ujar Bambang.
Bambang menegaskan, meskipun dana yang digunakan nantinya terbilang besar belum ada rencana untuk mengajukan bantuan sponsorship kepada beberapa operator migas yang melakukan kegiatan di Bojonegoro. Seperti Mobil Cepu Limited (MCL), Pertamina EP Asset 4 ataupun Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ).
Sementara itu, Ketua DKB Bojonegoro, Kuzaini, menyatakan, pihaknya hanya menyodorkan konsep dan anggaran untuk acara festival Bengawan Bojonegoro. Sedangkan persetujuannya berada ditangan Pemerintah Kabupaten.
“Akan lebih bagus lagi ada operator migas yang membantu, karena salah satu tujuan acara ini adalah membangkitkan partisipasi swasta,” tegas Kang Zen-sapaan akrab Kuzaini.
Kang Zen mengatakan, anggaran sebesar Rp 1,2 M tersebut dinilai kecil karena banyak kegiatan yang akan dilakukan dalam festival Bengawan Bojonegoro tersebut. Selain itu kegiatan tersebut berskala Asi Pasifik.
“Kegiatan ini sangat monumental dan akan menjadi agenda tahunan Bojonegoro. Karena akan didukung kabupaten-kabupaten lain,” pungkasnya.(rien)