Industri Ancam Bencana Kekeringan

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Keberadaan industri yang ada di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, membawa dampak besar pada bencana kekeringan.

Hal ini diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban, Joko Ludiyono, kepada Suarabanyuurip.com di lokasi pelatihan relawan bencana di Mangroove Center Tuban (MCT) Desa Jenu, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Rabu (4/6/2014).

“Memang, keberadaan industri di Tuban mempunyai dampak pada ketersediaan air (kekeringan),” kata Joko Ludiyono.

Joko menjelaskan, salah satu aktivitas industri yang cukup berpengaruh membawa dampak kekeringan adalah pertambangan. Terutama apabila aktivitas pertambangan dilakukan tidak sesuai dengan tata ruang yang ada.

“Utamanya pada pertambangan,” kata Joko. “Terjadi apabila ada upaya (pertambangan) melanggar tata ruang yang sudah ada,” lanjut Joko.

Dia mengatakan, kalau tata ruang sekarang sudah disesuaikan dengan kondisi alam di Kabupaten Tuban. Contohnya, keberadaan kantong-kantong air di sejumlah wilayah, sehingga apabila ditambang tentu akan berdampak pada ketersediaan air di wilayah setempat.

“Jadi kalau mau menambang ya harus berdasarkan pada pemetaan, jangan sampai tata ruang yang sudah ada itu dilanggar,” ujarnya.

Baca Juga :   Mengantar Umroh Kerabatnya 7 Orang Tewas Kecelakaan 

“Makanya sekarang di Tuban mudah sekali kekeringan, sekarang kita masih berkonsentrasi untuk menentukan kembali mana daerah dan kategori rawan bencana kekeringan,” tandas Joko. (edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *