Lifting Migas Blok Cepu Meningkat

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mencatat, tingkat produksi akumulatif (total) minyak di daerahnya sampai dengan triwulan I 2014 mencapai rata-rata 54.144 BOPD kecuali dari lapangan  Tiung Biru (TBR).

Sekretaris Dinas ESDM Bojonegoro, Fajar Yudhi, menyampaikan rincian tiap Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) diantaranya untuk Pertamina EP Cepu pada produksi Triwulan I 2014 mencapai 56.114,93 barrel (623,50 BOPD) atau menurun tajam dibanding produksi pada Triwulan IV 2013 sebesar 1.932 BOPD,  Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) di medio yang sama mencapai 372.500 barrel (4.138 BOPD) atau menurun tajam dibanding produksi pada Triwulan IV 2013 sebesar 7.398,34 BOPD).

Sementara untuk unitisasi Sukowati, lanjut Fajar, jumlah produksi pada Triwulan I 2014 mencapai  1.931.746 Barel (21.463,84 BOPD) atau menurun dibanding produksi pada Triwulan IV 2013 sebesar 21.871,60  BOPD.

“Sedangkan untuk ExxonMobil, Blok Cepu jumlah produksi pada Triwulan I 2014 mencapai mencapai 2.512.681,70 Barel (27.918,69 BOPD) atau meningkat dibanding produksi pada Triwulan  IV 2013 27.505 BOPD,” kata dia.

Baca Juga :   Sidang Perdana Gugatan DBH Migas Blok Cepu Digelar

Sedangkan untuk Pertamina EP Asset 4, kata Fajar, produksi yang mencapai 180.028 Barrel merupakan akumulatif produksi tahun 2013 yang di-lifting Tahun 2014 dan produksi Januari-Pebruari 2014, sehingga tidak dapat dilakukan kalkulasi BOPD dan progres produksi.

Menurut Fajar, penurunan produksi dari JOB-PPEJ dan Unitisasi Sukowati dikarenakan PT. Pertamina EP Asset 4 terdapat  fluktuasi produksi. Selain itu penurunan produksi di JOB-PPEJ juga dikarenakan beberapa faktor diantaranya kenaikan kadar air pada sumur existing Sukowati akibat channeling, produksi sumur mudi 29 lebih kecil dari yang diharapkan, incident putusnya mooring hawser FSO Cinta Natomas tanggal 21 Januari 2014 yang mengakibatkan ditutupnya sumur mudi dan sukowati selama 10 hari.

“Dan baru kembali normal pada tanggal 13 Pebruari 2014,” pungkasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *