22 Warga Ngraho Bekerja di Proyek EPC-5

SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro –  Pengurangan tenaga kerja (naker) di proyek engineering, procurement and construction (EPC) – 1 Banyuurip, Blok Cepu sudah mulai terjadi. Namun tidak di proyek EPC-5 Banyuurip yang saat ini justru mengalami peningkatan aktifitas.

Buktinya Pemerintah Desa (Pemdes) Ngraho, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur masih bisa memasukan warganya untuk menjadi naker di proyek EPC -5 Banyuurip yang dikerjakan Konsorsium PT Rekayasa Industri (Rekind) – Hutama Karya (HK). Proyek ini membangun jalan layang, waduk buatan untuk injeksi dan sejumlah bangunan sipil lainnya.

Kepala Desa (Kades) Ngraho, Samat, mengatakan, sampai saat ini pengurangan naker di proyek EPC-1 Banyuurip masih belum berimbas sepenuhnya bagi warga Ngraho. Karena pengurangan naker itu baru terjadi di EPC-1 yang dikerjakan oleh PT Tripatra – Samsung.

“Sedangkan, untuk proyek EPC-5 kelihatannya baru mulai gencar-gencarnya,” kata Samat kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (07/06/2014).

Bang Somat, sapaan Kades Ngraho itu menjelaskan, ada sekira 22 warga Ngraho yang baru masuk terlibat di proyek EPC – 5 sesuai dengan keahlihannya masing-masing.

“Saya terus mengupayakan agar ada penambahan naker lagi dari Ngraho,” tegas dia.

Bang Somat berharap, agar kedepan Desa Ngarho tetap diperhatikan baik oleh kontraktor maupun operator. Tak hanya keterlibatan naker, namun juga pembangunan infrastruktur maupun program pengembangan masyarakat yang mengarah di bidang ekonomi.

“Karena wilayah Desa Ngraho adalah ring satu proyek EPC-5 Banyuurip,” imbuh dia. (sam)

Baca Juga :   Bahas Material Ilegal, BLH Kembali Panggil Rekind-HK

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *