Jalan Pengalihan Proyek EPC-5 Bahayakan Warga

SuaraBanyuurip.com - Athok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro- Jalan peralihan untuk pembangunan pipa proyek Engineering, Procurement, and Constructions (EPC)- 5 Banyuurip, Blok Cepu, di Desa Sudu, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur banyak dikeluhkan warga. Mereka merasa dirugikan oleh proyek yang dikontraktori konsorsium PT.Hutama Karya-Rekayasa Industri (HK-REKIND).

Salah seorang warga setempat, Hadi Sucipto, mengaku siang tadi sekira pukul 14.30 WIB terjatuh dari motor bersama temannya saat melintas jalan tersebut yang kebetulan kondisi jalan dalam kondisi licin setelah dilakukan penyiraman.

“Saya dari Dusun Tenggor mau ke arah Dusun Kembangan,” akunya kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (7/6/2014).

Akibat kejadian tersebut, dia mengalami luka pada bagian kaki dan tangannya sebelah kiri.

Warga lain, Rofiq mengungkapkan, belakangan ini kondisi jalan peralihan tersebut memang banyak dikeluhkan. Karena tidak jarang warga lain juga mengalami insiden seperti yang dialami Hadi. Bahkan, warga sudah melaporkannya ke pihak pemerintah desa.

Menurut Rofiq, tidak ada yang salah dengan adanya proyek pengalihan pipa EPC-5. Hanya saja, yang jadi persoalan warga merasa dirugikan dampaknya.

“Penyiraman air itu bagus biar tidak terkena debu. Tapi kondisinya di lapangan memang seperti ini,” kata Rofiq.

Menanggapi hal ini, Kepala Desa (Kades) Sudu, Trikasih mengakui, telah mendapat laporan dari warganya. Menurut dia, keluhan warga diakibatkan adanya pasir di jalan pengalihan yang belum diratakan.

“Iya Mas, sudah kemarin dapat laporan seperti itu. Mungkin karena ketebalan jalanya tidak rata,” sambung Trikasih. (roz)

Baca Juga :   Antisipasi PHK Besar-besaran dari Proyek Blok Cepu

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *