Kades di Lamongan Tak Risaukan Pilpres

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan-Para Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur mengaku lebih santai menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) yang akan berlangsung 9 Juli mendatang. Sebab mereka tak dipusingkan harus mendukung calon seperti yang terjadi pada pemilihan umum legislatif (Pileg), pilihan bupati (Pilbup), maupun pilihan gubernur (Pilgub).

“Saat pileg kemarin banyak kades dipusingkan karena harus mendukung pencalonan Caleg. Utamanya caleg DPRD,” ujar salah satu kades di Kecamatan Karanggeneng yang tidak mau disebutkan namanya.

Dia mengaku, saat itu rata-rata Kades dimobilisir untuk menggolkan caleg dari Partai Demokrat yang merupakan partai Bupati Lamongan, Fadeli. Selain itu banyak pula caleg dari mantan Kades yang meminta dukungan kades yang masih aktif.

“Posisi Pileg saat itu sangat dilematis. Harus mendukung caleg partai pengusaha dan banyak pula yang harus mencarikan suara caleg dari mantan kades yang juga temannya,” ujarnya lagi.

Meski tidak terang-terangan terlibat aktif berkampanye dimasyarakat, para kades harus membentuk tim khusus untuk menjaring suara di masyarakat. Agar tim khusus berjalan, Kades harus memodali hingga jutaan rupiah.

Baca Juga :   Serangan Jantung Setelah 63 Hari Disumpah

Selain itu, dalam Pileg, kades juga dipusingkan dengan banyaknya caleg dari berbagai partai yang turun langsung ke masyarakat untuk berkampanye. “Saat  caleg kampanye kemasyarakat dan tidak ijin Kades, akan saya obrak, “ kata Kades Sambangan, Kecamatan Babat, Sulaiman.

Menurutnya banyaknya caleg yang berkampanye dalam waktu bersamaan tanpa sepengetahuan kades bisa memunculkan konflik dimasyarakat. Karena itu dirinya bersikap tegas.

Namun dalam Pilpres nanti, Sulaiman mengaku, merasa lebih tenang karena tidak akan ada permintaan bantuan dana maupun tenaga untuk mendukung pasangan capres maupun cawapres kampanye di wilayahnya.

“Masyarakat sudah memiliki pilihan masing-masing. Diharapkan suasana kondusif selalu terjaga, “ ujar Sulaiman.

Sementara itu Kades Karang, Muchtar yang juga Ketua Paguyupan Kades Kecamatan Sekaran, mengajak para kades bersikap netral. “Siapapun yang jadi, keduanya merupakan pemimpin terbaik yang dipilih secara demokratis. Tidak perlu ribut,” tegas kades yang menjabat dua periode ini. (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *