SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur RozaqyÂ
Bojonegoro- Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro, Jawa Timur, PT. Bojonegoro Bangun Sarana (BBS), berencana membentuk anak usaha yang bergerak didalam jasa penyedia tenaga kerja.  Namun demikian, hal itu masih sebatas wacana karena dibutuhkan persiapan khusus.
Direktur Utama PT.BBS, Deddy Afidick mengungkapkan, usaha penyedia jasa tenaga kerja dirasa cukup prospek bila melihat potensi pasca pengurangan tenaga kerja di proyek Banyuurip, Blok Cepu. Terlebih tidak lama lagi proyek konstruksi Banyuurip, Â segera rampung. Namun begitu, situasi tersebut tidak mendapat perhatian baik dari pemberi kerja maupun pemerintah.Â
“Kondisi tersebut sifatnya sosial, jadi sebenarnya tidak menguntungkan secara bisnis, persoalan ini tidak pernah dibahas pada saat rapat,” kata Deddy, menerangkan.Â
Kendati demikian, menurut Deddy, peluang penyedia jasa tenaga kerja nantinya bisa dijadikan usaha bisnis melalui sistem kerja sama dengan perusahaan. Semisal melakukan pelatihan tenaga kerja sebelum disalurkan ke suatu perusahaan. Dari cara itu, BBS dapat mengambil keuntungan dari potongan gaji pekerja sebagai bentuk ganti biaya pelatihan.Â
“Nanti sekian persen dipotong untukpengganti, tetapi jangan terlau banyak,” ujar Deddy, menjelaskan.
Namun yang menjadi persoalan adalah untuk sumber pendanaan biaya pelatihan.(roz)