Menanti Berkah Proyek J-TB

SuaraBanyuurip.comAthok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro- Pedagang makanan dan minuman (mamin) di sekitar Lapangan Banyuurip, Blok Cepu yang berpusat di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mengaku memilih menunggu berkah dari rencana pengerjaan konstruksi unitisasi Lapangan Jambaran – Tiung Biru (JTB) di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, yang menghubungkan Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo. 

“Saya yakin sebentar lagi jalan ini akan ramai lagi,” kata Sarti ditemui Suarabanyuurip.com Jum’at (13/6/2014)

Dia mengatakan informasi akan segera dikerjakannya proyek di Jambaran sudah didengar dari sejumlah pekerja proyek Banyuurip yang singgah di warungnya. Sarti mengaku, sejak ditutupnya pintu well Pad C, Lapangan Banyuurip, Blok Cepu penghasilannya menurun drastis. Padahal, sebelumnya dalam setiap harinya dia dapat memperoleh pendapatan sekitar Rp150 ribu hingga Rp200 ribu lebih.

“Sekarang sepi,penghasilan tidak pasti,” ujarnya. 

Supar, suaminya, mengatakan saat ini dia hanya mengandalkan pembeli dari seseroang yang hanya sekadar singgah di warungnya. Selain itu, para pekerja yang kebetulan sedang berada di dalam pagar well Pad C, Lapangan Banyuurip.

Baca Juga :   Nilai Pemerintah Kurang Serius Tangani Sektor Energi

Dia mengungkapakan, dulunya selain warung miliknya juga sempat bermunculan warung makan dan minuman kecil.Namun, ketika pintu pagar well Pad C ditutup, perlahan pindah ke Dusun Sukorejo/Puduk, Desa Bonorejo, kecamatan Gayam. 

“Mau ikut  pindah saya sudah tidak punya modal lagi,” tutur Supar. 

Dia menambahkan, terakhir mendapat penghasilan yang lebih pada saat pelaksanaan pemilihan kepala desa beberapa bulan silam.Bahkan, dalam kurun semalam dia mendapat keuntungan hingga Rp3 juta. (roz)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *