SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Warga Desa Sedahkidul, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa-Timur menggelar sedakah bumi (manganan) di Sendang Potro, Jumat (13/06/2013). Tradisi itu dilakukan sebagai bentuk melestarikan (uri-uri) adat-istiadat peninggalan leluhur.
Pantauan www.suarabanyuurip.com, hadir dalam sedekah bumi itu Kepala Desa Sedahkidul, M. Choirul Huda, perangkat dan tokoh masyarakat desa setempat. Warga membawa bermacam-macam jajanan dan ambeng di lokasi sendang untuk kemudian dibagikan dan dimakan bersama.
Dalam sedekah bumi Sedahkidul ini juga dimeriahkan pagelaran wayang thengul di Sendang Potro. Kemudian malam ini dilanjutkan di Balai Desa Sedahkidul.
Kepala Desa (Kades) Sedahkidul, M. Choirul Huda mengatakan, acara sedekah bumi di Sendang Potro ini dilakukan warga setiap setahun sekali, yakni jatuh pada hari Jumat Pon.
“Sedekah bumi ini untuk nguri-uri peninggalan leluhur agar tidak punah meski ada proyek minyak Blok Cepu maupun proyek unitisasi sumur gas Jambaran – Tiung Biru (J-TB) yang bakal dikerjakan oleh Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) tersebut,” kata Choirul Huda kepada suarabanyuurip.com di sela-sela kegiatan, Jumat (13/06/2014).
Dia mengungkapkan, sedakah bumi di Sendang Potro ini sebagai bentuk puji syukur kepada Allah SWT atas sumber air Sendang Potro yang tidak pernah kering. Sehingga dapat dimanfaatkan warga setiap musim kemarau datang.
“Sebagai Kepala Desa, saya selalu mendukung kegiatan Desa, dan ini merupakan kegiataan tahunan yang dilaksanakan warga. Ngambil wayang thengul, karena wayang thengul kebudayaan jawa asli Bojonegoro yang perlu pula dilestarikan,” imbuh Choirul, menjelaskan.
Sementara itu, salah satu pemuda desa setempat, Didik, mengungkapkan, dalam persiapan kegiatan ini juga di bantu oleh karang taruna. “Kita bergotong-royong untuk menyelenggarakan acara ini. Ini kita lakukan sudah sejak dulu,” sambung Didik yang sibuk mempersiapkan acara di balai desa setempat. (sam)