SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Proyek engineering, procurement,and Constructions (EPC) – 5, Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, yang dilaksanakan Konsorsium PT.Hutama – Karya – Rekayasa Industri (HK-Rekind), kembali menuai sorotan. Kali ini, delapan kepala desa (kades) sekitar Banyuurip, Blok Cepu mulai Desa, Bonorejo, Begadon, Brabowan, Beged, Mojodelik, Manukan, Ngraho dan Katur, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro,Jawa Timur sempat memblokir jalan di Dusun Sukorejo/puduk, Desa Bonorejo meski tak berlangsung lama.
“Cuma sebentar, kemudian langsung dibawa masuk ke area lokasi EPC-5,” tutur Sutrisno kepada warga setempat sesaat setelah aksi tersebut berlangsung kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (14/6/2014).
Dia mengungkapkan, aksi tersebut sempat membuat warga dan pekerja yang berada tak jauh dari lokasi proyek kaget. Sebab, banyak yang tidak menduga akan ada aksi tersebut.
Kepala Desa, Brabowan, Sukiran menyatakan, aksi tersebut merupakan bentuk protes yang ditujukan ke kontraktor EPC-5 karena dituding telah mempersulit kegiatan proyek suplai material untuk pengurugkan proyek water basin EPC-5. Sejumlah armada pengangkut batu material yang akan dikirim ditolak saat akan masuk lokasi.
“Beberapa kades memang turut andil, tetapi malah dipersulit,” ujarnya.Â
Sukiran mengaku, dengan dipersulitnya pengiriman tersebut otomatis juga menyulitkan warga yang dipekerjakan. Dia mengakui bahwasanya aturan yang diterapkan memang ketat, namun demikian setidaknya diperlunak dengan sejumlah pertimbangan.
“Kalau ditolak kenapa baru sekarang, padahal sebelumnnya tidak ada masalah,” ucapnya.
Sementara itu, Humas PT Rekind, Herman Susatya, sedang berupaya dikonfirmasi terkait aksi tersebut. (roz)