SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Pemandangan tidak biasa dijumpai di sepanjang jalur pantura, tepatnya di Desa Gesing, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Di tempat muncul pedagangan blewah musiman.
Pantauan suarabanyuurip.com, keberadaan pedagang blewah musiman di sepanjang jalur pantura itu ramai bermunculan sejak lima hari terakhir. Blewah merupakan sejenis buah yang banyak mengandung air. Banyak ditanam petani yang ada di Kabupaten Tuban.
Pada pedagang blewah musiman ini mendirikan lapak sederhana tepat di pinggir jalan. Tampak di belakang lapak yang mereka dirikan, merupakan lahan blewah yang siap panen.
Selain itu, pedagang juga menjual beberapa buah lain meski tidak sebanyak blewah. Diantaranya adalah semangka kuning dan timun emas.
“Sudah satu minggu ini saya berjualan blewah,†kata Pangat (32), salah satu penjual blewah, Sabtu (14/6/2014).
Pedagang asal Desa Magersari, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, itu mengatakan, menjual blewah tidak lazimnya seperti toko buah lainnya. Mereka tidak menghitung buah tersebut dengan harga per-kilogram, tetapi dengan sistem tawar menawar secara langsung.
“Kalau toko buah kan hitungnya per kilogram berapa? Kalau di sini ya disesuaikan ukuran kemudian disepakati harga begitu saja,†kata bapak satu anak ini menjelaskan.
Sementara untuk pembelinya, mereka mengandalkan dari pengendara yang melintas di jalur pantura. Kendati demikian, jumlah blewah yang mereka jual tidak main-main. Dalam satu hari, mereka dapat menghabiskan 1 kuintal blewah.
“Satu hari satu kwintal, lumayan untuk pekerjaan musiman,†kata Dwi (22), yang tak lain adalah istri dari Pangat.
Tidak semua pedagang merupakan petani blewah di sekitar lokasi. Kebanyakan mereka memborong blewah langsung dari lahan. Jumlahnya variatif antar Rp2 juta sampai Rp4 juta untuk satu lahan blewah siap panen seluas seperempat hektar.
“Belinya borongan di belakang, kemudian kalau ada yang tertarik mau pilih juga bisa lihat langsung di belakang,†kata Dwi sambil menunjuk lahan yang sudah dia tebas (borong).
Rukmana, (31), asal Kabupaten Gresik, salah satu pembeli mengaku tertarik dengan banyaknya jejeran lapak yang dipenhi blewah ketika melintas di jalur pantura. Dia bersama suaminya kemudian mampir untuk membelikan oleh-oleh kerabatnya yang ada di Kabupaten Rembang.
“Buat oleh-oleh ibu di Rembang,†kata dia singkat.(edp)