SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Memasuki musim kemarau tahun 2014 ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur,  telah mengantisipasi adanya bencana El Nino dengan melakukan pendataan terkait dengan ketersediaan beras yang ada di Kabupaten Bojonegoro yang dikelola oleh lembaga-lembaga perberasan yang ada.
“Kami juga melakukan sosialisasi dan masukan kepada kelompok lumbung yang ada di Kabupaten Bojonegoro,†kata Kepala Badan Ketahanan Pangan, Agus Hariana, kepada suarabanyuurip.com, Senin (16/6/2014).
Dia mengungkapkan, ada 56 titik  lumbung pangan yang tersebar di 27 Kecamatan untuk menyimpan hasil panen baik berupa beras, gabah, jagung atau bahan makanan lainnya sebagai antisipasi musim kemarau. Dari 56 titik tersebut, hanya di Kecamatan Gayam saja yang belum memiliki lumbung pangan tersebut.
“Masih ada beberapa diantara desa di Kecamatan Gayam yang belum memiliki lumbung pangan  ini, salah satu penyebabnya belum ada pengajuan yang masuk dari desa,†ujar Agus, menerangkan.
Agus menyampaikan, salah satu desa tersebut adalah Desa Gayam, Kecamatan Gayam, yang notabene desa ring 1 Lapangan Banyuurip, Blok Cepu. Bahkan, banyak lahan pertanian yang sudah beralih fungsi menjadi pengeboran migas.
“Sehingga, sangat rawan sekali apabila kepala desa setempat tidak segera melakukan action,†imbuhnya.
Terpisah,  Camat Gayam, Hartono, maupun Kepala Desa Gayam, Winto, hingga berita ini diturunkan belum memberikan konfirmasinya mengenai hal tersebut.(rien)Â