SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Aktivitas cukup ramai terlihat di jalan penghubung antara Kecamatan Merakurak, dan Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Kendati demikian, banyaknya kendaraan yang lalu lalang di lokasi tersebut terlihat seimbang dengan kondisi dan lebar jalan yang ada.
Hal ini berbeda dengan keadaan jalan tersebut pada tahun 2013 lalu. Sebelumnya, jalan tersebut sangat terkenal ruwet dan ramai kendaraan. Terlebih pengguna jalan tersebut adalah aktivitas karyawan dari PT Semen Indonesia Tbk (PT SI) yang bercampur baur dengan penduduk dan warga setempat.
“Kalau dahulu sering wegah (malas) apabila akan melintas di jalan raya ini,†kata Luqmanul Hakim (26), salah satu pengendara asal Desa Margomulyo, Kerek, Tuban, Selasa (7/6/2014).
Luqman mengatakan, sebelumnya untuk melintas di jalan dengan panjang 10 kilometer tersebut, membutuhkan waktu sekitar 15 menit. Saat ini jarak tersebut bahkan bisa ditempuh kurang dari 10 menit.
“Kalau dulu pas jam 7 pagi, mau menyebrang jalan aja sangat sulit karena ruas jalan sangat padat, dan tidak mampu menampung kendaraan,†kata suami dari seorang bidan ini.
Belum lagi, selama ini jalan di lokasi tersebut terkenal dengan seringnya terjadi angka kecelakaan. Dikarenakan kondisi jalan yang banyak tikungan dan juga lebar jalan yang terlalu sempit.
“Kalau sekarang Alhamdulillah sudah lancar, katanya jalan ini dilebarkan Semen Gresik (sekarang PT SI) atas permintaan pemerintah,†kata Luqman.
Kabag Humas PT Semen Indonesia Tbk, Harry Soebagyo, membenarkan kalau pelebaran dan perbaikan jalan penghubung antara Kecamatan Merakurak dan Kecamatan Kerek dilakukan PT SI. Perbaikan dilakukan melalui program Coorporate Social Responsibility (CSR).
“Pelebaran jalan dilakukan sepanjang 10 kilometer, mulai dari Desa Tuwiri (Kecamatan Merakurak) hingga sampai ke lingkungan pabrik (Kecamatan Kerek),†kata Harry.
Perbaikan jalan sendiri, dilakukan dengan melakukan pelebaran jalan yang awalnya 4 meter menjadi 6 meter. Harapannya, kondisi lalu lintas di jalan tersebut bisa menampung jumlah kendaraan yang ada.
Selain itu, dengan adanya jalan yang lebih lebar. Diharapkan dapat meminimalisir angka kecelakan. Serta dapat memperlancar aktivitas warga, terlebih jalan tersebut merupakan salah satu akses jalan yang masuk wilayah perkotaan.
“Semoga dengan begini aktivitas warga maupun karyawan pabrik bisa lancar,†kata Harry.
Diketahui, pelebaran jalan dilakukan sepanjang 10 kilometer dengan anggaran sekitar 13 Milyar. Pembangunan ini langsung dilakukan sendiri oleh PT SI setelah melakukan koordinasi dengan Pemkab Tuban untuk mengetahui batas pengerjaan jalan.
Saat ini, pelebaran jalan tahap pertama, yaitu dari Desa Tuwiri Kulon, Kecamatan Merakurak sampai wilayah Pabrik, yaitu Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek. Rencananya PT SI juga akan meneruskan pembangunan jalan tahap kedua, yaitu dari lingkungan pabrik menuju langsung ke Kecamatan Kerek.
“Rencananya pembangunan ini juga akan dilaksanakan tahap kedua, menunggu penganggaran selanjutnya,†tandas Harry. (edp)