SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Ribuan pencari kerja memadati Job Fair atau bursa kerja di Gedung Serbaguna, Jl Kh Mansyur, Kecamatan Kota, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (17/6/2014), yang diadakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sosial.
Wakil Bupati Bojonegoro, Setyo Hartono, membuka Job Fair sekaligus meninjau 32 perusahaan yang ikut bergabung di semua bidang, baik perbankan, perhotelan, jasa konstruksi, makanan dan minuman, dan lain sebagainya.
“Job Fair ini salah satu upaya Pemkab untuk menanggulangi pengangguran di Bojonegoro,” ungkapnya.
Setyo menyatakan, Job Fair diikuti oleh semua perusahaan non Migas. Tidak ada keutamaan di bidang Migas, meskipun Bojonegoro merupakan kota industri Migas. Bahkan, dengan sistem yang terbuka seperti saat ini menggambarkan transparansi dalam perekrutan tenaga kerja.
“Tidak ada selintutan dalam penerimaan pekerjaan, semua terbuka baik proses interview sampai penerimaan karyawan,” tandasnya.
Sementara itu, salah satu sub kontraktor dari drilling PT PDSI, PT Prospektif Multi Karya, ikut serta dalam kegiatan Job Fair untuk mencari koki atau tukang masak di perusahaan yang bergerak di bidang migas yakni Lapangan Banyuurip, Blok Cepu.
“Meskipun bergerak di bidang migas, kami mencari koki untuk ditempatkan seluruh Indonesia, karena di Bojonegoro sudah terpenuhi,” tegas Supervisor Chef EX Wahyudjaya.
Dikonfirmasi terpisah, Yuliarsih (22), mengaku datang jauh-jauh dari Desa Kedungadem, Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro untuk melamar pekerjaan. Namun, sempat kecewa karena tidak sesuai dengan harapannya.
“Inginnya kerja di Hotel, tapi tidak boleh mengenakan jilbab, jadi ya mencoba yang lain saja. Belum tahu apa, banyak sekali pilihannya Mbak,” kata Yuli, sapaan akrabnya. (rien)