Warga Pesisir Diminta Waspada Dampak MJO

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Meski pada Juni ini sudah masuk perkiraan musim kemarau,  tetapi hujan tetap mengguyur wilayah di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Hal itu dikarenakan adanya aktifitas Madden Julian Oscillation (MJO) atau akibat gangguan skala regional sehingga hujan turun di musim kemarau akibat suhu basah air laut.

“Padahal kemarau sendiri semestinya sudah mulai sejak bulan April 2014 lalu,” kata

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban Joko Ludiyono ketika dihubungi suarabanyuurip.com melalui ponselnya, Rabu (18/6/2014).

Joko sendiri memperkirakan, hujan ini akan terus terjadi hingga beberapa bulan ke depan. Bahkan dia memperkirakan hingga bulan Oktober mendantang. Dimana puncak musim kemarau terjadi.

Kendati demikian, Joko mengatakan tidak ada potensi bencana serius yang terjadi meski hujan deras. Hanya saja, para penduduk yang ada di pesisir pantai Tuban diminta tetap waspada mengingat adanya potensi gelombang laut yang tinggi.

“Yang perlu diwaspadai adalah penduduk pesisir yang berada di Kecamatan Tambakboyo dan Kecamatan Bancar yang belum mempunyai sea wall (tanggul) sepanjang 25 kilometer,” pesan Joko.

Baca Juga :   Hingga Juni 2025, 163 Anak Bawah Umur di Bojonegoro Ngebet Ingin Nikah

“Kami minta apabila ada potensi bencana di dua kecamatan tersebut untuk segera melaporkan ke Pemdes, supaya dapat memberikan informasi kepada kami dan dapat dilakukan penanganan darurat,” lanjut mantan Camat Widang ini menambahkan.

Joko juga mengingatkan kepada nelayan untuk berhati-hati. Terlebih apabila akan beraktivitas di laut lepas.(edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *