Warga Blok Cepu Khawatirkan Dampak Penutupan Dolly

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Warga sekitar ladang minyak Banyuurip, Blok Cepu di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, mulai khawatir dengan dampak penutupan lokalisasi Dolly oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Jawa Timur. Pasalnya akan terjadi migrasi pekerja seks komersial (PSK) ke daerah-daerah sekitar.

“Saya mengkawatirkan saja dampak dari penutupan Dolly itu berimbas ke Banyuurip. Oleh karena itu, semua pihak harus segera waspada. Agar, hal itu tidak terjadi di sekitar ladang Blok Cepu, Mas,” kata Jayanto kepada suarabanyuurip.com, Kamis (19/06/2014).

Kekhawatiran Jayanto ini cukup beralasan. Sebab di wilayah Gayam saat ini sedang berlangsung mega proyek dengan ribuan pekerja dari luar daerah. Sebagian besar para pekerja luar daerah itu tidak membawa serta keluarga mereka. Selain itu, para pekerja migas juga dikenal menyukai hiburan malam.

“Apalagi yang beraktifitas di proyek juga banyak dari luar daerah. Sehingga, tidak menutup kemungkinan akan dimanfaatkan oleh PSK Dolly datang kesini,” ujar dia, menjelaskan.

Dia menyarankan, agar pemerintah desa (Pemdes) sekitar proyek Banyuurip untuk lebih ketat melakukan pengawasan dan pendataan bagi warga baru. Sebab di sekitar proyek Banyuurip juga tumbuh subur warung-warung makanan dan minuman yang berpotensi menjadi tempat prostitusi terselubung. 

Baca Juga :   Disnakertransos Gelar Demo Masak Darurat

“Ya antisipasi itu wajar, Pak. Sehingga dampak dari penutupan Dolly tidak sampai di Banyuurip,” sambung Paeno, warga Gayam lainnya. (sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *