SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Penutupan lokalisasi Dolly di Surabaya, Kamis (18/6/2014), lalu dikhawatirkan akan berdampak pada hijrahnya para pekerja seks komersial (PSK) eks Dolly ke pasar Agrobis di wilayah Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Muspika Babat tidak mengharapkan Kecamatan Babat yang notabene merupakan kota kedua setelah Lamongan akan menjadi tempat prostitusi baru paska ditutupnya Dolly.
“Berbagai upaya akan dilakukan untuk mencegah dampak dari ditutupnya Dolly dikecamatan Babat, khususnya di pasar Agrobis yang selama ini terlanjur melekat image kopi pangkon, “ kata Camat Babat, Fadeli.
Fadheli bahkan mendengarkan isu jika para PSK di Dolly 25 persennya berasal dari Lamongan.
“Ada isu yang berkembang jika 25 persen penghuni Dolly berasal dari Lamongan. Entah benar atau tidak yang pasti tindakan antisipasi harus dilakukan mencegah praktek prostitusi di Kecamatan Babat,“ tegas mantan Camat Karanggeneng ini.
Kapolsek Babat Kompol Iswahab menandaskan, akan gencar melakukan operasi di Pasar Agrobis dan tempat lainnya di Kecamatan Babat.
“Bagi yang melanggar peraturan kami tidak segan-segan akan menindak tegas,“ ujar Iswahab.
Yang ditekankan Iswahab bagi pemilik warkop, selain tidak menyediakan pramusaji di bawah umur yang berpakaian seksi dan seronok, para pemilik warkop juga tidak menjual narkoba.
“Dari penyelidikan petugas, disinyalir ada penjualan narkoba jenis karnopen. Saya menekankan agar pemilik warkop menghentikan praktek berjualan barang haram tersebut sebelum ditangkap petugas,“ tandasnya.
Di warkop Agrobis juga disinyalir menjual minuman keras yang popular dengan es mony. Minuman ini ternyata merupakan es susu yang dicampur dengan arak.
Kasi Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Kecamatan Babat, Cucuk Subagiyana, bertekad akan rutin menggelar operasi di warkop Agrobis.
“Selain sudah menjadi tugas kami, Majelis Ulama Lamongan dan Babat juga meminta agar kami sering-sering menggelar operasi di Pasar Agrobis untuk menghindari kemaksiatan di kota Babat,†kata Cucuk yang juga pengurus MUI Babat ini.(tok)