10 Kecamatan di Lamongan Kekeringan

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan, Jawa Timur memprediksi sebanyak 10 dari 27 wilayah kecamatan di wilayah kerjanya akan mengalami kekeringan saat musim kemarau mendatang.

“Tahun ini diperkirakan ada 38 desa di 10 kecamatan yang akan mengalami kekeringan, dan sulit air bersih, “ kata Kepala Pelaksana BPBD Lamongan, Suprapto, kepada SuaraBanyuurip.com, Senin (23/6/2014).

Sepuluh kecamatan yang merupakan langganan kekeringan setiap tahun saat musim kemarau tersebut, kebanyakan di wilayah selatan. Yaitu, Kecamatan Kembangbahu, Sarirejo, Modo, Kedungpring, Turi, Glagah, Karangbinangun, dan Kecamatan Kota.

Untuk mengantisipasi kekeringan tersebut BPBD akan mengambil langkah droping air bersih. “Jika nanti kekeringan meluas kami akan mengajukan usulan ke BPBD provinsi, untuk meminta bantuan,“ jelas pejabat asal Kecamatan Kedungpring ini.

Warga yang selama ini menjadi langganan kekeringan mengharapkan, agar saat musim kemarau nanti pihak BPBD lebih proaktif menyalurkan bantuan air bersih.

“Jangan menunggu kekeringan parah baru BPBD turun ke lapangan. Warga sangat menderita karena kesulitan mendapatkan air bersih saat musim kemarau panjang,“ ujar warga Desa Kedungrejo, Soleh.

Baca Juga :   EMCL-LIMA 2B Tanam 13.500 Pohon Mangrove di Kabupaten Lamongan dan Tuban

Salah satu warga Desa Turi, Kecamatan Turi, Ashari, meminta, agar stok air bersih yang biasa dikirim dengan truk tangki jangan sampai terbatas, sehingga warga tidak sampai berebut mendapatkan air bersih. (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *