SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Ide pendirian sekolah menengah berbasis kejuruan, dan siap kerja (SMK) di sekitar proyek Banyuurip, Blok Cepu yang berpusat di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur mendapat sambutan positif dari sejumlah tenaga pendidik yang berdomisili di desa setempat.
“Saya kira bagus, sektor pendidikan di wilayah Banyuurip harus banyak dikembangkan,” kata Panito, salah satu guru dari Desa Katur, Kecamatan Gayam kepada Suarabanyuurip.com, Senin (23/6/2014).
Panito menilai, Program Kemasyarakatan Penunjang  Operasi (PKPO) atau yang familer oleh warga sekitar disebut tanggung jawab sosial persusahaan (CSR) dalam aspek pendidikan, memerlukan terobosan-terobosan baru. Sehingga, bisa lebih tepat sasaran.
Kalaupun nantinya ada SMK, maka operator dapat berperan dengan memaksimalkan peralatan sebagai bahan praktik. Peralatan tersebut merupakan penunjang pelajar di SMK. “Percuma kalau nanti peralatannya kurang,” ucapnya.Â
Guru lain, Warsito, menambahkan, adanya sekolah baru hendaknya juga disesuaikan dengan kurikulum dari pemerintah. Terlebih belum lama ini, pemerintah juga telah memberlakukan kurikulum baru.Â
Sebelumnya, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Banyuurip Peduli Pendidikan (BAPPEKA),Suparno, mendukung adanya SMK di sekitar Kecamatan Gayam. Terlebih untuk penjurusannya terdapat jurusan yang berbasis skill di bidang Migas. Sehingga warga di sekitar Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, memiliki generasi siap kerja.Â
Namun demikian, Parmo mengingatkan, dengan adanya SMK jangan sampai mengesampingkan sekolah setingkat yang sudah ada sebelumnya. Karena, SMK hanya difokuskan kepada persipan warga lokal dalam menghadapi dunia kerja. (roz)