SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Para nelayan di Desa Labuhan, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur agaknya harus lebih bersabar menunggu dibangunnya Solar Packed Dealer untuk Nelayan (SPDN), karena belum ada kepastian dari Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK) Lamongan.
Ribuan nelayan yang tersebar di empat Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Desa Labuhan, selama bertahun-tahun selalu kesulitan mendapatkan solar untuk kebutuhan bahan bakar kapal untuk melaut. Untuk mendapatkan solar selama ini mereka terpaksa membeli solar di SPBU Brengkok yang berjarak sekitar 5 Km dari TPI.
Persoalan muncul bukan saja karena lokasi yang jauh, namun juga seringnya SPBU yang membatasi pembelian, dan bahkan menolak pembelian solar dari nelayan.
Pengurus TPI yang juga Kades Labuhan, Asnan, mengaku sudah berulangkali mengajukan usulan ke Dinas Perikanan dan Kelautan agar di desa nelayan tersebut dibangun SPDN.
“Sudah sangat layak jika di Labuhan didirikan SPDN. Karena ribuan warga bermata pencaharian sebagai nelayan,“ kata Afnan.
Wakil Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Lamongan, Samiaji, mengatakan, selama ini pihaknya terus memperjuangkan pembangunan SPDN di Desa Labuhan.
“DKP menjanjikan tahun ini akan segera dibangun SPDN di Labuhan. Tapi entah kok belum ada kabar kelanjutannya, “ papar lelaki yang juga Kasun Kentong, Desa Labuhan ini.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK) Lamongan, Suyatmoko, dikonfirmasi SuaraBanyuurip.com mengatakan, sampai saat ini belum ada progres dari DKP untuk pembangunan SPDN di Desa Labuhan.
“Belum ada progres dari DKP. Terima kasih infonya, akan saya konfirmasi dulu sama Kabid saya, kalau ada perkembangan nanti saya kabari, terima kasih, “ ujar Suyatmoko melalui pesan singkatnya. (tok)