SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Warga Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, meminta kepada tim pembebasan lahan maupun operator Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) untuk mengedepankan transparansi dan komitmen dalam melakukan pembebasan lahan proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran – Tiung Biru (J-TB).
“Saya minta dalam pembebasan lahan nantinya pihak tim, maupun PEPC maupun dinas terkait lainnya untuk tetap transparan, berkomunikasi dengan desa dan komitmen dengan perjanjian yang telah disepakti nantinya,” kata Hari dalam sesi tanya jawab dalam sosialisasi pengadaan tanah di Balai Desa Kalisumber, Selasa (24/06/2014).
Pria yang juga ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kalisumber itu, menjelaskan, apa yang disampaikan itu sebagai contoh pembebasan beberapa tahun lalu di lokasi TBR-C. Dimana, dalam pembebasan itu warga yang lahanya terbebaskan untuk selalu dilibatkan sebagai tenaga kerja (Naker) selama proyek TBR di Desa Kalisumber.
“Namun, janji yang sudah disepakati hitam diatas putih bermatrai itu tidak sesuai dengan pelaksanaannya yang ada. Karena bagi warga yang lahannya sudah terbebaskan sampai sekarang tidak dilibatkan dalam proyek,” ujar Hari, mengungkapkan.
Diharapkan, pengalaman itu tidak terjadi pada pembebasan lahan di proyek Unitisasi Gas J-TB yang akan segera dilaksanakan.
Menanggapi hal itu, Bagian Bidang Hukum PEPC, Tutuko Widodo menegaskan, PEPC akan berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan koordinasi dengan pihak desa dan dinas terkait lainnya dalam pembebasan lahan nanti.
“Masukan ini akan menjadi pertimbangan kami dalam pelaksanaan pembebasan. Kami tak mau mengungkit masalah pembebasan lahan di sana karena itu tidak masuk ranah wilayah PEPC,†Tutuko Widodo.
Namun pada intinya, lanjut dia, PEPC akan mengusahakan keterlibatan warga sesuai keahlihannya masing-masing dan sesuai ketentuan persyaratan.
“Akan tetapi, saya tidak menjanjikan kepastian, hanya mengupayakan,” ujar dia. (sam)